Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




1 Korintus 8:1 - Firman Allah Yang Hidup

1 Pertanyaan yang berikut berkenaan dengan makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala. Mengenai masalah ini setiap orang merasa bahwa jawabannyalah yang benar! Tetapi, walaupun “tahu segala-galanya” menyebabkan kita merasa menjadi orang penting, yang sebenarnya kita butuhkan untuk membangun jemaat ialah kasih.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

1 Tentang daging yang dipersembahkan kepada berhala, kita tahu: "Kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

1 Sekarang mengenai makanan yang diberikan sebagai persembahan kepada berhala. Memang benar seperti kata orang, “Kita semuanya sudah pandai.” Tetapi kepandaian membuat orang menjadi sombong, sedangkan kasih membangun pribadi orang.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: ”kita semua mempunyai pengetahuan.” Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

1 Sekarang saya menjawab pertanyaan kalian tentang makanan dari sisa daging yang dikurbankan kepada berhala. Sebagai pengikut Kristus, kita merasa bahwa kita semua mempunyai pengetahuan tentang hal itu. Namun, ingatlah bahwa pengetahuan biasanya membuat kita sombong. Kasih lebih penting daripada pengetahuan, karena kasih membuat kita saling membangun.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

1 Ini jawabanku tentang makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Benar kata orang bahwa “kita semua mempunyai pengetahuan”. Tetapi pengetahuan ini membuat orang menjadi sombong. Hanya kasih yang menolong gereja untuk bertumbuh.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

1 Sekarang tentang makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala. Jadi “kita semua memiliki pengetahuan” tentang masalah ini. Pengetahuan yang demikian membuat kita menjadi sombong, tetapi kasih membuat kita saling membangun setu dengan yang lain.

Lihat babnya Menyalin




1 Korintus 8:1
35 Referensi Silang  

Jadi, apakah Saudara bermaksud mengoreksi Allah dengan membebani orang bukan Yahudi dengan kuk yang tidak tertanggung, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?


“Sedangkan mengenai orang Kristen bukan Yahudi, kami tidak menuntut supaya mereka mengikuti adat istiadat Yahudi, kecuali hal-hal yang telah kami beritahukan kepada mereka dengan perantaraan surat, yaitu supaya menjauhkan diri dari makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati tanpa mengeluarkan darah, dan dari zina.”


Saudara sekalian yang saya kasihi, saya ingin agar Saudara mengetahui kebenaran Allah ini, supaya Saudara tidak congkak dan menyombongkan diri. Memang pada waktu ini beberapa orang Yahudi menentang Injil, tetapi ini hanya akan berlangsung sampai semua bangsa bukan Yahudi, kecuali mereka yang menolak, datang kepada Kristus.


Bekerjalah bersama-sama dengan senang hati. Jangan berlagak seperti orang besar. Janganlah mengambil hati orang-orang yang penting, melainkan hendaklah Saudara merasa senang bergaul dengan orang biasa. Janganlah menganggap diri Saudara mengetahui segala-galanya.


Saudara tidak berhak mencela orang lain atau menghinanya. Ingatlah, kita masing-masing harus menghadap Takhta Pengadilan Allah.


Berdasarkan ajaran Tuhan Yesus, saya yakin bahwa tidak ada yang najis dengan sendirinya. Tetapi, kalau seseorang menganggap sesuatu najis, janganlah ia makannya, karena bagi dia hal itu najis.


Dengan demikian, arahkanlah tujuan Saudara kepada kerukunan dalam sidang jemaat dan hendaklah Saudara saling membangun.


Biarlah yang Saudara yakini itu hanya Saudara dengan Allah yang tahu. Berbahagialah orang yang tidak merasa tertuduh dengan melakukan sesuatu yang benar menurut keyakinannya.


Mereka yang berpendapat, bahwa makan daging semacam itu tidak ada salahnya, janganlah mencela orang yang tidak mau memakannya. Dan kalau Saudara termasuk golongan yang tidak mau memakannya, janganlah mencari kesalahan mereka yang mau. Sebab Allah telah menerima mereka sebagai anak-anak-Nya.


Saya tahu bahwa Saudara bijaksana dan baik, serta mengetahui hal-hal ini demikian baiknya, sehingga dapat mengajarkannya kepada orang lain.


Melalui Dia Saudara telah menjadi kaya dalam segala hal—kaya dalam kata-kata yang baik dan pengetahuan yang mendalam, seperti yang diberikan oleh Roh Kudus.


Saudara sekalian adalah orang pandai. Pertimbangkanlah sendiri apakah yang saya katakan ini benar atau tidak.


Tetapi, kalau ada orang yang berkata kepada Saudara bahwa daging itu telah dipersembahkan kepada berhala, maka janganlah Saudara makan daging itu, demi orang itu dan hati nuraninya.


Saudara sekalian yang saya kasihi, janganlah bersikap kekanak-kanakan dalam memahami hal-hal ini. Jadilah seperti bayi yang tidak mengenal kejahatan, tetapi jadilah orang dewasa yang bijaksana dalam memahami hal-hal semacam ini.


Sadarlah dan jangan terus berbuat dosa. Saudara sepatutnya merasa malu, karena beberapa orang di antara Saudara sama sekali belum mengenal Allah.


Saudara mengatakan bahwa agama telah menjadikan kami tolol. Tentu saja, sebab Saudara orang Kristen yang bijaksana dan berakal sehat. Kami lemah, tetapi Saudara kuat! Saudara dihormati orang, sedangkan kami ditertawakan.


Saya tahu bahwa beberapa orang di antara Saudara menjadi sombong, karena mengira bahwa saya tidak akan datang lagi kepada Saudara.


Saya telah memakai Apolos dan diri saya sendiri sebagai contoh untuk apa arti prinsip ini, “Jangan melebihi batas yang ditentukan oleh Kitab Suci!” Janganlah sombong dan jangan membanggakan seorang hamba Allah lalu menghina yang lain.


Masih jugakah Saudara begitu sombong, begitu “rohani”? Mengapa Saudara tidak berdukacita karena sedih dan malu, dan menyingkirkan orang itu dari persekutuan Saudara?


Saudara sama sekali tidak punya alasan untuk menyombongkan diri! Tidakkah Saudara menyadari bahwa dosa itu seperti ragi yang menyebar ke seluruh adonan?


Apabila seseorang mengira ia mengetahui segala-galanya, ia hanya menyatakan kepicikannya.


Nah, jadi bagaimana? Bolehkah kita makan daging yang sudah dipersembahkan kepada berhala? Kita semua tahu bahwa berhala bukan Allah, dan Allah hanya ada satu, tidak ada yang lain.


Tetapi sebagian orang Kristen tidak menyadari hal ini. Mereka terbiasa menganggap berhala sebagai nyata. Jadi, bilamana mereka makan daging yang dipersembahkan kepada berhala, mereka berpikir bahwa mereka mengenali berhala yang disembelih binatang itu dan beranggapan bahwa mereka dinajiskan oleh makanan itu.


Jangan biarkan diri dinyatakan sesat oleh siapa pun yang bersikeras pura-pura menyangkal diri dan yang menyembah malaikat, dan menunjuk pada penglihatan tentang hal-hal ini yang telah mereka dapat. Pikiran mereka yang berdosa telah membuat mereka bangga tanpa alasan.


“Tetapi ada beberapa hal pada kalian yang tidak Kusukai. Kalian membiarkan beberapa orang berbuat seperti yang dilakukan Bileam, ketika ia mengajarkan kepada Balak bagaimana caranya menghancurkan bangsa Israel, yaitu dengan melibatkan mereka dalam dosa perzinaan dan menganjurkan mereka agar menghadiri pesta-pesta berhala.


“Tetapi ada hal yang tidak Kusukai. Kalian mengizinkan Izebel, perempuan yang menyebut dirinya nabiah itu, mengajarkan kepada hamba-hamba-Ku bahwa dosa perzinaan bukanlah soal yang berat. Perempuan itu membujuk mereka agar melakukan perbuatan cabul dan memakan daging yang sudah dipersembahkan kepada berhala.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan