Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Lukas 3:22 - Alkitab Gratis untuk Semua

22 dan Roh Kudus turun ke atas-Nya, dengan mengambil wujud seekor burung merpati. Dan terdengar suara dari surga, berkata, “Engkaulah anak-Ku, yang Ku kasihi. Aku sungguh berkenan kepada-Mu.”

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

22 dan Roh Kudus turun ke atas-Nya dalam rupa seekor burung merpati. Dari langit terdengar suara berkata, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, Engkaulah menyenangkan hati-Ku.”

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit, "Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan."

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

22 dan Roh Allah turun ke atas-Nya berupa burung merpati. Lalu terdengar suara Allah mengatakan, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi. Engkau menyenangkan hati-Ku.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: ”Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

22 lalu Roh Kudus turun ke atas Dia dalam bentuk burung merpati. Kemudian terdengarlah suara dari langit yang berkata, “Engkaulah Anak-Ku yang sangat Aku kasihi. Engkau menyenangkan hati-Ku.”

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

22 dan Roh Kudus turun ke atas-Nya. Roh itu terlihat benar-benar seperti seekor burung merpati. Kemudian terdengarlah suara dari langit dan berkata, “Engkau adalah Anak-Ku dan Aku mengasihi-Mu. Aku sungguh berkenan Kepada-Mu.”

Lihat babnya Menyalin




Lukas 3:22
21 Referensi Silang  

“Inilah hamba pilihan-Ku, yang Aku kasihi dan kepada siapa Aku berkenan. Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Dia akan mengajarkan orang-orang asing apa yang benar.


Sementara Petrus masih berkata-kata, ada awan terang yang membungkus mereka. Dan sebuah suara keluar dari awan itu dan berkata, “Inilah Anak-Ku yang Aku kasihi, Anak yang menyenangkan Aku. Dengarkanlah Dia.”


Karena Dia sangat percaya kepada Allah — biarlah Allah saja yang menyelamatkan Dia sekarang, jika Allah mau, sebab Dia sudah menyatakan, ‘Aku adalah Anak Allah.’”


Kemudian datanglah Yesus dari Galilea ke Sungai Yordan untuk dibaptis oleh Yohanes.


Segera sesudah dibaptis, Yesus keluar dari air. Langit terbuka, dan dia melihat Roh Allah yang seperti seekor burung merpati turun ke atas-Nya.


Kemudian terdengarlah suara dari surga yang berkata, “Inilah anak yang Aku kasihi, yang menyenangkan Aku.”


Terdengar suara dari surga berkata, “Engkau adalah Anak-Ku yang Ku-kasihi, Aku senang kepada-Mu.”


Kemudian Yesus datang dari Nazaret di Galilea dan Yohanes membaptis-Nya di Sungai Yordan.


Kemudian awan menutupi mereka, dan terdengar suara dari awan itu, berkata, “Inilah Anak-Ku yang sangat Ku-kasihi. Dengarkanlah Dia.”


“Kemuliaan bagi Allah yang di surga, dan damai di bumi kepada mereka yang menyenangkan Dia.”


“Kitab Suci yang baru saja kalian dengar ini telah digenapi hari ini!” kata-Nya kepada mereka.


Yohanes menjelaskan tentang Dia, dan berkata, “Saya melihat Roh Kudus turun dari surga seperti burung merpati dan hinggap di atas Dia.


Bapa, tunjukkan kemuliaan karaktermu.” Lalu terdengar suara dari surga yang berkata, “Saya telah menunjukkan kemuliaannya, dan saya akan menunjukkannya lagi.”


dan ini adalah bukti bahwa Bapa mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dia sendiri yang berbicara atas nama-Ku. Kalian belum pernah mendengar suara-Nya ataupun melihat wajah-Nya.


Hal itu adalah berita tentang Yesus dari Nasaret — bagaimana Allah sudah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan dengan kuasa, dan bagaimana Dia melakukan perjalanan mengelilingi daerah-daerah sambil berbuat baik, menyembuhkan mereka yang ada di bawah kuasa setan, sebab Allah bersama dengan Dia.


Dia menyelamatkan kita dari kuasa kegelapan dan membawa kita masuk ke dalam kerajaan Anak yang dikasihi-Nya,


Saat kalian datang kepada-Nya — batu hidup yang ditolak orang karena dianggap tidak berguna, tetapi dipilih oleh Allah dan menjadi berharga bagi-Nya —


Ikuti kami:

Iklan


Iklan