Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Lukas 23:5 - Alkitab Gratis untuk Semua

5 Tetapi mereka tetap memaksa, katanya, “Dia menghasut orang-orang di seluruh Yudea untuk memberontak dengan pengajaran-Nya, mulai dari Galilea sampai ke Yerusalem.”

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

5 Mereka menjadi nekad. “Tetapi ke mana pun Ia pergi, di seluruh Yudea, dari Galilea sampai Yerusalem, Ia menimbulkan kerusuhan terhadap pemerintah.”

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

5 Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya, "Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai dari Galilea dan sudah sampai ke sini."

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

5 Tetapi mereka lebih mendesak lagi, “Dengan pengajaran-Nya, Ia menghasut orang di seluruh Yudea; mula-mula di Galilea, dan sekarang sudah sampai pula ke sini.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

5 Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: ”Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini.”

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

5 Tetapi mereka semakin mendesak Pilatus dengan berkata, “Lewat ajarannya, dia menghasut rakyat di seluruh Yudea untuk memberontak, mulai dari Galilea dan sekarang sudah sampai ke sini.”

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

5 Tetapi mereka tetap berkata, “Ajaran-Nya menyebabkan kekacauan di seluruh wilayah Yudea. Ia memulainya dari Galilea, dan sekarang Ia sampai di sini!”

Lihat babnya Menyalin




Lukas 23:5
24 Referensi Silang  

Sesudah Yesus selesai memberikan pesan kepada kedua belas murid-Nya, Dia pergi dan mengajar serta memberitakan Firman Allah di kota-kota terdekat.


Sesudah Yesus dilahirkan di kota Betlehem di daerah Yudea di bawah pemerintahan Raja Herodes, beberapa orang bijak datang dari arah timur ke Yerusalem.


Ketika Pilatus melihat bahwa tidak mungkin baginya untuk membebaskan Yesus, dan bahwa akan ada kerusuhan yang timbul, maka Pilatus mengambil air dan mencuci tangannya di hadapan orang banyak itu. “Aku tidak bersalah atas nyawa orang ini. Nyawa orang ini adalah tanggung jawab kalian!” katanya kepada mereka.


Yesus berjalan mengelilingi seluruh Galilea, mengajar di sinagoge-sinagoge, memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Surga, dan menyembuhkan banyak orang dari segala jenis penyakit mereka.


Kemudian, sesudah Yohanes Pembaptis dipenjarakan, Yesus pergi ke Galilea dan mengajar tentang Kabar Baik di sana.


Ketika Yesus meninggalkan mereka, para pengajar agama dan orang Farisi mulai menyerang dia dengan agresif, memberi pertanyaan-pertanyaan untuk mencobai Dia.


Tetapi mereka terus memaksa dengan suara keras, meminta agar Yesus disalibkan. Suara teriakan mereka begitu keras,


Ketika Pilatus mendengar hal ini, bertanyalah dia, “Apakah orang ini orang Galilea?”


Keesokan harinya Yesus memutuskan untuk pergi ke Galilea. Yesus bertemu dengan Filipus di sana, dan berkata kepadanya, “Ikutlah Aku.”


Mereka berteriak, “Bunuh Dia! Bunuh Dia! Salibkan Dia!” Pilatus berkata kepada mereka, “Apakah kalian mau saya salibkan Dia?” Jawab imam-imam besar, “Hanya Kaisar yang adalah raja kami.”


Apa yang terjadi di desa Kana, di daerah Galilea merupakan kali pertama Yesus melakukan keajaiban. Di sini Ia menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya menaruh kepercayaan mereka kepada-Nya.


Sebagian lagi berkata, “Dia adalah Kristus!” Ada juga yang berkata, “Mana mungkin Kristus berasal dari Galilea?


Lalu mereka berkata, “Nikodemus, engkau pasti berasal dari Galilea! Bacalah Firman Allah, dan engkau akan tahu bahwa tidak ada seorang nabi pun yang berasal dari sana.”


Kalian sudah tahu bahwa kabar baik ini menyebar ke seluruh Yudea, dimulai dari Galilea, dengan panggilan untuk dibaptis dari Yohanes.


Perdebatan itu menjadi tidak terkendali, sehingga komandan pasukan kuatir Paulus akan dikeroyok oleh mereka. Dia memerintahkan agar para prajuritnya pergi dan membawa Paulus dengan paksa serta mengembalikannya ke markas.


Ketika anggota sidang mendengar hal ini, marahlah mereka dan ingin membunuh para rasul itu.


Ketika para pemimpin orang Yahudi mendengar perkataan ini, mereka menjadi sangat murka, membelakkan mata mereka dan menggertakkan gigi kepadanya.


Tetapi mereka menutup telinga mereka sambil berteriak sekeras-kerasnya. Dan mereka menyerang dia bersama-sama,


Ikuti kami:

Iklan


Iklan