Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




2 Timotius 1:3 - Alkitab Gratis untuk Semua

3 Saya selalu memikirkan kalian dan saya sangat berterima kasih kepada Allah, yang saya layani seperti nenek moyang saya, dengan hati nurani yang bersih. Aku tak pernah lupa menyebutmu dalam doaku.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

3 Setiap kali aku berdoa untuk engkau, aku bersyukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang jelas, seperti nenek moyangku telah melakukan dahulu. Siang dan malam aku memikirkan engkau dalam doa-doaku.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

3 Aku mengucap syukur kepada Allah yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan aku selalu mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

3 Saya mengucap syukur kepada Allah yang saya layani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan oleh nenek moyang saya dahulu. Saya selalu mengucap terima kasih kepada Allah setiap kali saya ingat kepadamu dalam doa, baik siang maupun malam.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

3 Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

3 Timotius, siang dan malam saya tidak pernah lupa mendoakanmu dan bersyukur karena kamu kepada Allah. Dialah Allah yang saya layani dengan hati nurani yang bersih, seperti juga nenek moyang saya.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

3 Dalam doa-doaku, siang dan malam, aku selalu mengingat kamu dan bersyukur kepada Allah untukmu. Ia adalah Allah yang leluhurku layani, dan aku selalu melayani-Nya dengan hati nurani yang bersih.

Lihat babnya Menyalin




2 Timotius 1:3
21 Referensi Silang  

namun sesudah itu dia menjadi janda, sebab suaminya meninggal dunia. Usianya sudah 84 tahun. Dia menghabiskan waktunya dengan menyembah, berpuasa dan berdoa di rumah Tuhan.


“Aku seorang Yahudi, dilahirkan di kota Tarsis di Silicia,” katanya. “Namun, aku dibesarkan di kota ini, dan diajarkan oleh Gamaliel. Aku diajarkan untuk meneliti Hukum yang diajarkan kepada nenek moyang kita dengan tegas. Aku sangat tekun untuk pekerjaan Allah, seperti kalian semua yang ada di sini,


Paulus, menatap para anggota sidang, berkata, “Saudara-saudara, sampai sekarang aku selalu bertindak dengan hati nurani yang bersih di hadapan Allah.”


Tetapi saya akui kepada Engkau, saya melayani Allah yang disembah nenek moyang kami dengan mengikuti ajaran jalan keselamatan, yang mereka sebut ajaran sesat. Saya percaya kepada segala ajaran yang diajarkan oleh Hukum Taurat dan yang ditulis dalam kitab para nabi.


Sebagai akibatnya, saya mencoba untuk hidup dengan hati nurani yang bersih baik di hadapan Allah maupun manusia.


Semua orang Yahudi mengetahui kisah hidup saya — mulai dari masa muda saya di kota kelahiran saya sendiri kemudian di kota Yerusalem.


Semalam malaikat dari Allah yang saya percaya dan saya layani, berdiri di sisi saya.


Saya mengatakan yang sebenarnya bahwa saya adalah milik Kristus. Hati nuraniku dan Roh Kudus meneguhkan


Kami bangga dengan kenyataan — dan hati nurani kami menegaskannya — bahwa kami telah bertindak dengan benar terhadap orang-orang, dan terutama kepada kalian. Kami telah mengikuti prinsip-prinsip Allah tentang kekudusan dan ketulusan, bukan menurut kebijaksanaan duniawi tetapi melalui kasih karunia Allah.


Saya melampaui orang-orang sezaman saya dalam praktik agama Yahudi karena saya sangat setia pada tradisi nenek moyang saya.


mengapa saya tidak pernah berhenti berterima kasih kepada Allah untuk kalian dan mengingat kalian dalam doa-doa saya.


Siang dan malam kami berdoa sungguh-sungguh untuk kalian, kami berharap dapat bertemu lagi dengan kalian secara langsung, dan untuk membantu kalian terus mengembangkan kepercayaan kalian kepada Allah.


Tetaplah percaya kepada Allah dan pastikan hati nurani Anda bersih. Beberapa telah menolak untuk melakukan ini dan telah menghancurkan kepercayaan mereka kepada Allah.


Alasan mengapa saya bersikeras ini adalah agar kita dapat memiliki cinta yang datang dari hati yang murni, dari hati nurani yang bersih dan kepercayaan yang tulus kepada Allah.


Seorang janda yang benar-benar tidak memiliki siapa-siapa untuk membantunya, dan hidup sendirian, dia menaruh semua harapannya pada Allah. Siang malam dia berdoa meminta kepada Allah untuk mencukupkan kebutuhannya.


Saya ingat kepercayaan tulus kalian kepada Allah, kepercayaan yang sama yang dimiliki nenek kalian Lois dan ibu Eunice — dan saya tahu bahwa kepercayaan yang sama terus berlanjut pada kalian.


Sejak kamu masih anak-anak, kamu sudah ketahui ajaran Kitab Suci yang dapat memberi kamu pemahaman untuk keselamatan dengan percaya kepada Kristus Yesus.


Yesus Kristus tetap sama kemarin, hari ini, dan selamanya.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan