Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Yohanes 5:10 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

10 Karena itu para penguasa Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu, “Hari ini hari Sabat. Engkau tidak boleh mengangkat tikarmu.”

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

10 Sebab itu, pemimpin-pemimpin orang Yahudi menyatakan keberatan dan berkata kepada orang yang telah disembuhkan itu, “Engkau tidak boleh bekerja pada hari Sabat! Membawa kasur itu melanggar hukum!”

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

10 Karena itu, para pemuka Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu, "Hari ini hari Sabat dan engkau tidak boleh mengangkat tikarmu."

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

10 Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: ”Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.”

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

10 Karena itu, beberapa pemimpin Yahudi berkata kepada orang yang disembuhkan itu, “Ini hari Sabat! Menurut peraturan kita, kamu tidak boleh mengangkat tandu pada hari Sabat.”

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

10 Jadi, beberapa pemimpin Yahudi berkata kepada orang yang sembuh itu, “Hari ini hari Sabat. Engkau melanggar hukum kami dengan mengangkat tikarmu pada hari Sabat.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

10 Ketika pemimpin-pemimpin Yahudi melihat orang itu mengangkat tikarnya, mereka berkata kepada dia, “Inilah hari Sabat! Tidak ada seorang pun yang boleh mengangkat tikar pada hari ini.”

Lihat babnya Menyalin




Yohanes 5:10
19 Referensi Silang  

Tuhan berkata, “Hormatilah hari Sabat sebagai hari untuk Tuhan. Jangan mengurus kepentinganmu sendiri pada hari itu. Rayakanlah hari itu sebagai hari bahagia; hormatilah hari Tuhan dengan tidak bepergian; jangan juga bekerja atau bicara yang sia-sia.


Katakanlah begini: ‘Jika kamu tidak ingin mati, janganlah mengangkut barang pada hari Sabat, atau membawanya masuk melalui pintu-pintu gerbang Yerusalem.


Semua itu akan terjadi apabila kamu taat kepada-Ku dan mengkhususkan hari Sabat untuk Aku. Jangan mengangkut barang apa pun lewat pintu-pintu gerbang Yerusalem pada hari itu. Kalau kamu melanggar perintah-perintah-Ku itu, pintu-pintu gerbang Yerusalem serta istana-istananya akan Kubakar habis dan api itu tak akan dapat dipadamkan.’ ”


Di situ ada orang yang tangannya lumpuh sebelah. Beberapa orang yang mau mencari-cari kesalahan Yesus, bertanya kepada-Nya, “Apakah boleh menyembuhkan orang pada hari Sabat?”


Lalu orang-orang Farisi berkata kepada Yesus, “Mengapa pengikut-pengikut-Mu melanggar hukum agama kita, dengan melakukan yang dilarang pada hari Sabat?”


Lalu Ia bertanya kepada orang-orang yang ada di situ, “Menurut agama, kita boleh berbuat apa pada hari Sabat? Berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau membunuh?” Mereka diam saja.


Kepala rumah ibadat itu marah, bahwa Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, karena itu ia berkata kepada orang-orang, “Ada enam hari untuk bekerja; datanglah pada hari-hari itu untuk disembuhkan, jangan pada hari Sabat!”


Kemudian mereka pulang lalu menyiapkan ramuan-ramuan dan minyak wangi untuk meminyaki jenazah Yesus. Pada hari Sabat, mereka berhenti bekerja untuk mentaati hukum agama.


Beberapa orang Farisi berkata, “Mengapa kalian melanggar hukum-hukum agama kita dengan melakukan yang dilarang pada hari Sabat?”


Para penguasa Yahudi di Yerusalem menyuruh imam-imam dan orang-orang Lewi pergi kepada Yohanes dan menanyakan kepadanya, “Engkau ini siapa?”


Tetapi orang itu menjawab, “Orang yang menyembuhkan saya tadi menyuruh saya mengangkat tikar saya dan berjalan.”


Maka pergilah orang itu lalu memberitahukan kepada para penguasa Yahudi bahwa Yesuslah yang menyembuhkannya.


Dan karena itu mereka mulai menyusahkan Yesus, sebab Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat.


Kalau kalian melakukan itu supaya jangan melanggar peraturan Musa tentang sunat, mengapa kalian marah kepada-Ku karena menyembuhkan diri orang seluruhnya pada hari Sabat?


Beberapa di antara orang-orang Farisi itu berkata, “Tak mungkin orang yang melakukan ini berasal dari Allah, sebab Ia tidak mengindahkan hari Sabat.” Tetapi orang lain berkata, “Mana mungkin orang yang berdosa melakukan keajaiban-keajaiban seperti ini?” Lalu timbullah pertentangan pendapat di antara mereka.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan