Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Yesaya 5:4 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

4 Apa lagi yang harus Kubuat, tapi belum Kulakukan untuk kebun anggur-Ku itu? Mengapa buah asam yang dihasilkannya, dan bukan buah baik seperti yang Kuharapkan?

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

4 Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Lama

4 Kebun anggur-Ku itu dipengapakan lagi, yang belum Kuperbuat akan dia? Mengapa sementara Aku bernanti-nanti akan buah anggur, maka dikeluarkannya buah yang busuk?

Lihat babnya Menyalin




Yesaya 5:4
15 Referensi Silang  

Seluruh kaki lampu itu dengan kuncup-kuncup dan cabang-cabangnya dibuat dari satu potong emas tempaan murni.


Mengapa kamu terus saja membantah? Maukah kamu dihukum lebih berat lagi? Kepalamu sudah penuh dengan borok-borok, hati dan pikiranmu sakit.


Engkau Kutanam seperti pohon anggur yang Kupilih dari benih yang unggul. Tapi sekarang engkau berubah, menjadi tanaman liar dan tak berguna.


Tuhan berkata, “Kesalahan apa didapati leluhurmu pada-Ku, sehingga mereka mengkhianati Aku? Mereka mengejar berhala yang tak berharga dan akhirnya mereka sendiri menjadi hina.


Keranjang yang pertama berisi buah ara yang bagus-bagus, seperti buah ara hasil pertama, sedangkan keranjang yang kedua berisi buah ara yang busuk-busuk, sehingga tak dapat dimakan.


Sejak leluhurmu keluar dari Mesir sampai hari ini Aku selalu mengutus hamba-hamba-Ku, para nabi, kepadamu.


Tapi tak ada yang mendengarkan atau memperhatikan. Kamu malah menjadi lebih keras kepala dan jahat daripada leluhurmu.”


Hai Yerusalem, tindakan-tindakanmu yang bejat telah menajiskan dirimu. Aku telah mencoba membersihkan engkau, namun tidak ada gunanya, sebab engkau tetap najis. Engkau tidak akan bersih kembali sampai Kulepaskan kemarahan-Ku atas engkau.


Israel seperti pohon anggur yang berbuah lebat. Semakin bertambah kekayaannya, semakin banyak mezbah yang dibuatnya. Semakin makmur, semakin bagus pula dibuatnya tugu-tugu berhala yang disembahnya.


“Yerusalem, Yerusalem! Nabi-nabi kaubunuh. Utusan-utusan Allah kaulempari batu sampai mati. Sudah berapa kali Aku ingin merangkul semua pendudukmu seperti induk ayam melindungi anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau!


Ikuti kami:

Iklan


Iklan