Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Wahyu 4:9 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

9 Keempat makhluk itu menyanyikan lagu-lagu pujian, hormat dan syukur kepada Dia yang duduk di takhta itu, yaitu Dia yang hidup untuk selama-lamanya. Dan pada waktu makhluk-makhluk itu menyanyi,

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

9 Dan ketika Makhluk-makhluk Hidup itu menyampaikan hormat dan puji serta pengucapan syukur kepada Dia yang duduk di atas takhta dan yang hidup sampai selama-lamanya itu,

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

9 Setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan hidup selama-lamanya,

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

9-10 Sewaktu kedua puluh empat pemimpin tadi mendengar para makhluk itu menyanyikan pujian, hormat, dan ucapan syukur kepada Dia yang hidup sampai selama-lamanya, mereka juga berulang kali sujud menyembah di hadapan Dia yang duduk di takhta itu. Lalu mereka menaruh mahkota mereka masing-masing di hadapan takhta-Nya sebagai tanda bahwa segala kemuliaan hanyalah milik-Nya, sembari bernyanyi,

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

9 Makhluk-makhluk hidup ini memberikan pujian, hormat dan ucapan syukur kepada Dia yang duduk di takhta itu, yaitu Dia yang hidup selama-lamanya. Dan setiap kali mereka melakukan hal ini,

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

9 Ketika mahkluk-makhluk itu memuliakan, memberi hormat serta bersyukur kepada Dia yang duduk di atas tahkta, yang hidup untuk selama-lamanya,

Lihat babnya Menyalin




Wahyu 4:9
20 Referensi Silang  

Allah adalah Raja di seluruh bumi, pujilah Dia dengan nyanyian penuh seni!


Perhatikan temboknya, periksalah bentengnya, supaya kamu dapat menceritakan kepada keturunanmu:


Engkaulah Tuhan, Raja, yang memerintah selama-lamanya.”


Dalam tahun Raja Uzia meninggal, saya melihat Tuhan. Ia duduk di atas takhta-Nya yang tinggi dan mulia. Jubah-Nya menutupi seluruh Rumah Tuhan.


Orang yang lain itu mengangkat kedua tangannya ke langit. Kudengar dia bersumpah demi Allah yang kekal dan berkata, “Kejadian-kejadian itu akan berlangsung selama tiga setengah tahun. Setelah penganiayaan terhadap umat Allah berakhir, maka berakhir pula kejadian-kejadian yang ajaib itu.”


Ketika masa tujuh tahun itu sudah lewat, aku menengadah ke langit, lalu kembalilah kesadaranku. Maka kupuji Allah Yang Mahatinggi. Kusanjung dan kumuliakan Dia yang hidup kekal itu. “Allah akan menjadi raja untuk selamanya. Ia berkuasa sepanjang masa.


Demi Aku sendiri, Allah yang hidup, Kuangkat tangan-Ku dan bersumpah:


Oleh karena itu untuk selama-lamanya Yesus dapat menyelamatkan orang-orang yang datang kepada Allah melalui Dia, sebab Ia hidup selama-lamanya untuk mengajukan permohonan kepada Allah bagi orang-orang itu.


Imam-imam yang menerima pungutan sepersepuluh bagian itu adalah orang yang bisa mati. Tetapi menurut Alkitab, Melkisedek yang menerima pemberian sepersepuluh bagian itu adalah orang yang tetap hidup.


Akulah Dia yang hidup! Aku sudah mati, tetapi lihatlah, Aku hidup untuk selama-lamanya. Aku berkuasa atas kematian, dan atas dunia orang mati.


Ia bersumpah demi nama Allah yang hidup selama-lamanya, yang menciptakan langit, bumi dan laut serta segala sesuatu yang ada di dalamnya. Malaikat itu berkata, “Waktunya tidak akan ditunda lagi!


Kemudian salah satu dari empat makhluk itu memberi kepada ketujuh malaikat itu tujuh buah wadah emas yang penuh dengan amarah Allah, -- Allah yang hidup selama-lamanya.


Lalu Dia yang duduk di atas takhta itu berkata, “Sekarang Aku membuat semuanya baru!” Ia berkata juga kepada saya, “Tulislah ini, sebab perkataan-perkataan ini benar dan dapat dipercayai.”


Langsung saja saya dikuasai Roh Allah. Lalu saya melihat di surga ada sebuah takhta, dan ada seseorang duduk di takhta itu.


Keempat makhluk itu, masing-masing mempunyai enam sayap, dan sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata. Siang malam makhluk-makhluk itu tidak berhenti-hentinya menyanyi, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah Mahakuasa; yang ada, yang sudah ada, dan yang ada seterusnya.”


Kemudian saya melihat sebuah gulungan buku di tangan Dia yang duduk di takhta itu. Buku itu penuh dengan tulisan pada sebelah-menyebelahnya dan dimeteraikan dengan tujuh buah segel.


Kepada gunung-gunung dan batu-batu itu, mereka berteriak, “Timpalah kami! Sembunyikanlah kami dari pandangan Dia yang duduk di atas takhta, dan dari amarah Anak Domba itu!


Itulah sebabnya mereka berdiri di hadapan takhta Allah, dan beribadat kepada-Nya siang malam di dalam Rumah Allah. Dan Dia yang duduk di atas takhta itu akan hadir dengan mereka untuk melindungi mereka.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan