Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Wahyu 16:9 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

9 Manusia dihanguskan oleh panas teriknya, dan mereka mengutuki nama Allah, yang berkuasa atas bencana-bencana tersebut. Meskipun begitu, mereka tidak mau bertobat dari dosa-dosa mereka dan tidak mau memuji kebesaran Allah.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

9 Semua orang terbakar oleh pancaran panas itu, lalu mereka mengutuk nama Allah yang mendatangkan malapetaka-malapetaka itu. Mereka tidak mau mengubah pendirian serta sikap mereka, dan mereka tidak mau memuliakan Allah.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

9 Manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

9 Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

9 Akibatnya manusia mengalami luka-luka bakar yang sangat parah dan mengerikan. Lalu mereka menghina Allah karena menyadari bahwa semua bencana itu terjadi atas kuasa-Nya. Tetapi mereka tetap tidak mau bertobat dan tidak mau memuliakan Allah.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

9 Manusia dibakar oleh api yang sangat panas. Mereka sangat marah dan mengutuk Allah yang berkuasa atas semua bencana ini. Tetapi mereka tidak mau bertobat dan tidak mau memuliakan Allah.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

9 Manusia-manusia itu hangus oleh karena teriknya matahari, dan mereka mengutuk nama Allah yang mengendalikan wabah-wabah ini. Mereka tidak bertobat dan tidak mau memuliakan Allah.

Lihat babnya Menyalin




Wahyu 16:9
20 Referensi Silang  

Elisa belum selesai berbicara, raja sudah sampai di situ dan berkata, “Kesusahan ini Tuhan yang timpakan ke atas kita! Jadi apa gunanya lagi aku mengharapkan pertolongan-Nya?”


Dalam keadaan yang sangat sulit itu, Ahas malah semakin berdosa terhadap Tuhan.


Mengapa kamu terus saja membantah? Maukah kamu dihukum lebih berat lagi? Kepalamu sudah penuh dengan borok-borok, hati dan pikiranmu sakit.


Orang-orang yang malang dan lapar akan berkeliaran di negeri itu. Karena kelaparan, mereka marah-marah sehingga mengutuk raja dan Allah mereka. Ke mana pun mereka memandang, ke atas


Beberapa waktu kemudian Tuhan menyuruh aku pergi lagi ke Sungai Efrat untuk mengambil sarung pendek itu.


Sesungguhnya yang dituntut oleh Tuhan ialah kesetiaan. Tuhan memukul kamu, tapi kamu tidak peduli. Ia meremukkan kamu, tapi kamu tidak mau diajar. Kamu keras kepala, dan tak mau bertobat dari dosa-dosamu.


Hai Yerusalem, tindakan-tindakanmu yang bejat telah menajiskan dirimu. Aku telah mencoba membersihkan engkau, namun tidak ada gunanya, sebab engkau tetap najis. Engkau tidak akan bersih kembali sampai Kulepaskan kemarahan-Ku atas engkau.


Sama sekali tidak! Tetapi ingatlah: kalau kalian tidak bertobat dari dosa-dosamu, kalian semua akan mati juga, seperti mereka.


Sama sekali tidak! Sekali lagi Kukatakan: Kalau kalian tidak bertobat dari dosa-dosamu, kalian semua akan mati juga seperti mereka.”


Saya takut kalau-kalau pada waktu saya datang nanti Allah akan merendahkan saya di hadapan kalian dan saya akan menangis karena banyak di antara kalian yang berdosa dahulu, tidak berubah dan tidak berhenti melakukan perbuatan-perbuatan mereka yang cabul, kotor dan tidak pantas.


Yosua berkata kepada Akhan, “Anakku, akuilah dan katakanlah terus terang di sini di hadapan Tuhan, Allah Israel, apa yang telah kaulakukan. Beritahukanlah kepadaku, jangan sembunyikan.”


Maka pada waktu itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat. Sepersepuluh bagian dari kota itu hancur, dan tujuh ribu orang tewas oleh karena gempa bumi itu. Orang-orang lainnya menjadi takut sekali, lalu mereka memuji kebesaran Allah di surga.


Malaikat itu berseru dengan suara yang keras, “Takutlah kepada Allah, dan pujilah kebesaran-Nya! Sebab sudah waktunya Allah menghakimi manusia. Sembahlah Dia yang menjadikan langit, bumi, laut dan semua mata air!”


Hujan es besar, yang masing-masing seberat lima puluh kilogram, jatuh dari langit menimpa orang-orang. Maka mereka mengutuki Allah karena bencana hujan es yang dahsyat itu.


Sudah Kuberikan kepadanya kesempatan untuk bertobat dari dosa-dosanya, tetapi ia tidak ingin berhenti melakukan hal-hal yang cabul itu.


Tetapi sisa dari umat manusia yang tidak terbunuh oleh bencana-bencana itu pun, tidak pula meninggalkan perbuatan tangan mereka sendiri. Mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala emas, perak, tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar, ataupun berjalan.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan