Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Pengkhotbah 5:18 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

18 Jika seorang menerima kekayaan dan harta benda dari Allah, dan ia diizinkan menikmati kekayaan itu, haruslah ia merasa bersyukur dan menikmati segala hasil kerjanya. Itu adalah juga pemberian Allah.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

18 Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya – juga itu pun karunia Allah.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

18 Oleh karena semuanya itu, inilah kesimpulan dan nasihatku: Lebih baik kita menikmati makanan, minuman, pekerjaan serta hasilnya, karena itulah upah yang diberikan Allah kepada kita selama hidup yang sementara di dunia ini.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Lama

18 Demikianpun barangsiapa yang dikaruniai Allah dengan kekayaan dan banyak harta, jikalau dianugerahkannya lagi kepadanya kuasa akan makan dari padanya, dan akan mengambil bahagiannya, dan akan menyukakan dirinya dengan usahanya, maka ia itu lagi suatu karunia Allah adanya.

Lihat babnya Menyalin




Pengkhotbah 5:18
16 Referensi Silang  

Nikmatilah masa mudamu, hai pemuda! Bergembiralah selama engkau masih remaja. Penuhilah segala hasrat jiwamu, laksanakanlah semua niat hatimu. Tetapi ingat, Allah yang ada di surga, kelak mengadili tindakanmu semua.


Segala keinginanku, kupuaskan. Tak pernah aku menahan diri untuk menikmati kesenangan apa pun. Aku bangga atas segala hasil jerih payahku, dan itulah upahku.


Tak ada yang lebih baik bagi manusia daripada makan, minum dan menikmati hasil kerjanya. Aku sadar bahwa itu pun pemberian Allah.


Terdorong oleh keinginanku untuk menjadi arif, aku bertekad untuk bersenang-senang dengan minum anggur dan berpesta pora. Kusangka itulah cara yang terbaik bagi manusia untuk menikmati hidupnya yang pendek di bumi ini.


Sebab itu aku menyadari bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia daripada menikmati hasil kerjanya. Selain itu tak ada yang dapat dilakukannya. Tak mungkin ia mengetahui apa yang akan terjadi setelah ia mati.


Ada kalanya Allah memberi kekayaan, kehormatan dan harta benda kepada seseorang, sehingga tak ada lagi yang diinginkannya. Tetapi Allah tidak mengizinkan dia menikmati semua pemberian itu. Sebaliknya, orang yang tidak dikenal-Nya akan menikmati kekayaan itu. Jadi, semua itu sia-sia dan menyedihkan.


Kesimpulanku ialah bahwa orang harus bergembira. Karena dalam hidupnya di dunia tak ada kesenangan lain baginya kecuali makan, minum dan bersukaria. Itu saja yang dapat dinikmati di tengah jerih payahnya, selama hidup yang diberikan Allah kepadanya.


Ayo, makanlah saja dan bergembira, minumlah anggurmu dengan sukacita. Allah tidak berkeberatan, malahan Ia berkenan.


Saya anjurkan dengan sungguh-sungguh supaya kalian mengikuti pimpinan orang-orang yang seperti itu, serta orang-orang lain yang bekerja sama dan melayani bersama mereka.


Kamu dan anak-anakmu, bersama-sama dengan hamba-hambamu dan orang-orang Lewi yang tinggal di kotamu, harus makan persembahan itu di hadapan Tuhan Allahmu, di tempat yang dipilih Tuhan Allahmu. Dan di tempat itu kamu harus bergembira karena segala usahamu.


Di situ juga, di hadapan Tuhan Allahmu, kamu bersama-sama dengan keluargamu harus makan dan bergembira atas usaha-usahamu yang berhasil karena diberkati Tuhan Allahmu.


Bersyukurlah untuk segala rezeki yang telah diberikan Tuhan Allahmu kepadamu dan keluargamu. Ajaklah orang Lewi dan orang asing yang tinggal di antara kamu ikut dalam perayaan itu.


Kepada orang-orang yang kaya di dunia ini, hendaklah engkau minta supaya mereka jangan sombong dan jangan berharap kepada barang-barang yang tidak tetap -- seperti halnya dengan kekayaan. Mereka harus berharap kepada Allah yang memberikan segala sesuatu kepada kita dengan berlimpah supaya kita menikmatinya.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan