Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Mazmur 1:3 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

3 Orang itu berhasil dalam segala usahanya; ia seperti pohon di tepi sungai yang berbuah pada musimnya dan tak pernah layu daunnya.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Lama

3 karena adalah halnya bagaikan pokok yang tertanam pada tepi anak sungai, yang berbuah pada musimnya dan yang tiada gugur daunnya; maka segala perbuatannyapun beruntung juga.

Lihat babnya Menyalin




Mazmur 1:3
32 Referensi Silang  

Kepala penjara itu tidak lagi mengawasi segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena Tuhan menolongnya sehingga dia berhasil dalam segala pekerjaannya.


Tuannya melihat bahwa Tuhan menolong Yusuf dan karena itu Yusuf berhasil baik dalam segala yang dikerjakannya.


Itu sebabnya Tuhan tetap menolongnya sehingga ia berhasil dalam segala usahanya. Ia memberontak terhadap raja Asyur, dan tidak mau takluk kepadanya.


Lalu kata Daud lagi, “Sekarang, anakku, semoga Tuhan Allahmu selalu menolong engkau. Dan semoga engkau berhasil mendirikan rumah untuk Tuhan seperti yang telah dijanjikan-Nya.


Kalau engkau mentaati semua hukum yang diberikan Tuhan kepada Musa untuk bangsa Israel, engkau akan berhasil. Engkau harus yakin dan berani. Jangan takut menghadapi apa pun juga.


Ia berhasil, karena segala yang dibuatnya untuk Rumah Tuhan atau untuk mentaati hukum-hukum Tuhan, dijalankannya dengan sepenuh hati dan dengan cinta kepada Tuhan Allahnya.


Banyak orang datang ke Yerusalem membawa persembahan untuk Tuhan dan hadiah-hadiah untuk Hizkia, sehingga sejak itu ia dihormati oleh segala bangsa.


tetapi bila disentuh air, ia tumbuh lagi; seperti tanaman muda, tunas-tunasnya muncul kembali.


Usahamu akan berhasil selalu, dan terang akan menyinari hidupmu.


Engkau akan makan dari hasil kerjamu, hidup makmur dan sejahtera.


Orang-orang yang lewat tak akan berkata, “Semoga engkau diberkati Tuhan, kami memberkati engkau dalam nama Tuhan.”


Mereka seperti pohon yang ditanam di Rumah Tuhan, dan berkembang di Rumah Allah kita,


pohon yang masih berbuah di masa tua, tetap hijau dan segar.


Apabila ranting-rantingnya sudah kering dan patah, wanita-wanita datang dan menjadikannya kayu api. Bangsa itu tidak mengerti apa-apa, maka Allah Penciptanya tidak akan menyayangi atau mengasihi mereka.


Tuhan berkata, “Sampaikanlah kepada orang yang taat kepada-Ku bahwa mereka akan bahagia dan selamat. Mereka akan menikmati hasil jerih payahnya.


Mereka akan tumbuh subur seperti rumput di dekat air, seperti pohon gandarusa di tepi sungai.


Aku akan selalu membimbing kamu dan mengenyangkan kamu di tanah yang kering; Aku akan menjaga kamu supaya tetap sehat dan kuat. Kamu akan seperti taman yang cukup airnya, seperti mata air yang tak pernah menjadi kering.


Ia bagaikan pohon di tepi sungai yang mengalir; akarnya merambat sampai ke air. Ia tak takut musim kemarau, daun-daunnya selalu hijau. Sekalipun negeri dilanda kekeringan, ia tak gelisah sebab ia selalu menghasilkan buah.


Padahal pohon anggur itu sudah tertanam di tanah yang subur dengan air yang berlimpah, sehingga ia dapat berdaun rimbun, berbuah lebat, dan menjadi pohon anggur yang baik.


Ibumu bagaikan pohon anggur permai yang tumbuh di kebun dekat anak sungai. Ia menjadi rindang dan berbuah sebab air di situ berlimpah-limpah.


Karena airnya tak pernah kurang, tumbuhnya subur, dahannya besar dan panjang. Dari segala pohon di hutan-hutan, dialah yang paling tinggi menjulang.


Di sepanjang kedua tepi sungai itu tumbuh segala macam pohon buah-buahan. Daun pohon itu tidak pernah layu, dan buah-buahnya tidak pernah habis. Pohon-pohon itu akan menghasilkan buah-buahan yang baru setiap bulan, sebab air yang mengairinya mengalir dari Rumah Tuhan. Buah-buahnya menjadi makanan dan daun-daunnya berguna untuk obat.”


Seperti lembah yang luas membentang, atau taman di tepi sungai; seperti pohon gaharu yang ditanam Tuhan, atau pohon aras di pinggir kali.


Tetapi waktu matahari sudah naik, tunas-tunas itu mulai layu, kemudian kering dan mati karena akarnya tidak masuk cukup dalam.


Ia melihat sebatang pohon ara di pinggir jalan. Ia pergi ke pohon itu, tetapi tidak menemukan satu buah pun kecuali daun-daun saja. Lalu Yesus berkata kepada pohon itu, “Engkau tidak akan berbuah lagi!” Langsung pohon ara itu layu.


Ketika sudah sampai musim petik buah anggur, tuan tanah itu mengirim pelayan-pelayannya kepada penggarap-penggarap kebun itu untuk menerima bagiannya.


Mereka menjawab, “Pasti ia akan membunuh orang-orang jahat itu, lalu menyewakan kebun anggur itu kepada orang lain yang mau memberi bagian hasil tanah itu kepadanya pada waktunya.”


Orang yang tidak tetap bersatu dengan Aku, akan dibuang seperti cabang, lalu menjadi kering. Cabang-cabang yang seperti itu akan dikumpulkan dan dibuang ke dalam api, lalu dibakar.


Tuhan Allahmu akan memberkati usahamu dan mengisi lumbung-lumbungmu dengan gandum. Ia akan memberkati kamu di negeri yang diberikan-Nya kepadamu.


Pada waktu kalian mengadakan pesta makan, sikap orang-orang itu memuakkan di antaramu. Sebab mereka makan dengan rakus tanpa malu-malu, dan hanya mementingkan diri sendiri. Mereka seperti awan yang ditiup oleh angin, tetapi tidak menurunkan hujan. Mereka juga seperti pohon yang tidak menghasilkan buah walaupun musim buah-buahan; pohon-pohon yang telah dicabut akarnya dan sudah mati sama sekali.


di tengah-tengah jalan di kota itu. Di tepi sungai itu, pada sebelah-menyebelahnya ada pohon sumber kehidupan, yang berbuah dua belas kali setahun, yaitu sekali sebulan. Daunnya dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan