Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Matius 27:4 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

4 Ia berkata, “Saya sudah berdosa mengkhianati orang yang tidak bersalah, sampai Ia dihukum mati!” Tetapi mereka menjawab, “Peduli apa kami? Itu urusanmu!”

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

4 “Saya telah berdosa,” katanya, “sebab telah mengkhianati Orang yang tidak bersalah.” “Itu urusanmu sendiri,” sahut mereka.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

4 dan berkata, "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka, "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

4 dan berkata: ”Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: ”Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!”

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

4 Kata Yudas kepada mereka, “Saya sudah berdosa karena menjual orang yang tidak bersalah untuk dibunuh.” Tetapi para pemimpin Yahudi itu menjawab, “Itu bukan urusan kami. Tanggung sendiri dosamu.”

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

4 Yudas berkata kepada mereka, “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tidak bersalah untuk dibunuh.” Tetapi mereka menjawab, “Apa urusannya dengan kami? Itu urusanmu!”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

4 “Aku sudah berdosa! Aku sudah mengkhianati orang yang tidak bersalah!” katanya kepada mereka. “Tidak ada urusannya dengan kami!” jawab imam kepala dan para pemimpin Israel. “Itu masalahmu!”

Lihat babnya Menyalin




Matius 27:4
33 Referensi Silang  

Setelah Elia selesai berbicara, Ahab menyobek pakaiannya dan memakai kain karung sebagai tanda penyesalan, lalu berpuasa. Pada waktu tidur pun ia memakai kain karung, dan kalau berjalan, mukanya murung terus.


terutama karena semua pembunuhan yang dilakukannya terhadap orang-orang yang tidak bersalah. Tuhan tidak mau mengampuni Manasye karena perbuatan-perbuatannya itu.


Sebab kamu menutupi kebodohanmu dengan tipu, tak ubahnya seperti dukun-dukun palsu.


Mereka bersekongkol melawan orang jujur, dan menghukum mati orang yang tak bersalah.


Malam itu juga, raja memanggil Musa dan Harun dan berkata, “Pergilah dari sini, kamu semua! Tinggalkan negeriku! Pergilah memuja Allahmu seperti yang kamu minta.


Lalu raja memanggil Musa dan Harun, dan berkata, “Aku telah berdosa. Tuhanlah yang benar, aku dan rakyatku telah berbuat salah.


Orang dipuji sesuai dengan kebijaksanaannya; orang dihina sesuai dengan kedunguannya.


Tapi ingat, kalau kamu membunuh aku, kamu dan penduduk kota ini akan menanggung kesalahan atas pembunuhan terhadap orang yang tidak bersalah. Sebab, Tuhanlah yang mengutus aku untuk memberi peringatan itu kepadamu.”


Sebab itu mereka berseru kepada Tuhan, “Ya Tuhan, kami mohon, janganlah kami binasa karena mengambil nyawa orang yang tidak melakukan kesalahan apa pun terhadap kami. Ya Tuhan, Engkau telah melakukan apa yang Engkau kehendaki.”


Pada waktu Pilatus sedang duduk di balai pengadilan, istrinya mengirim pesan ini kepadanya, “Janganlah engkau mencampuri perkara orang yang tidak bersalah itu, sebab oleh karena Dia, saya mendapat mimpi yang ngeri hari ini.”


Kepala pasukan bersama-sama dengan prajurit-prajurit yang sedang menjaga Yesus menjadi ketakutan sekali waktu melihat gempa bumi, dan semua yang terjadi itu. Mereka berkata, “Sungguh, Dia ini Anak Allah!”


Lalu untuk ketiga kalinya Pilatus berseru kepada mereka, “Tetapi apa kesalahan-Nya? Saya tidak mendapat satu kesalahan pun pada-Nya yang patut dihukum dengan hukuman mati! Saya akan mencambuk Dia, lalu melepaskan-Nya.”


Hanya hukuman kita berdua memang setimpal dengan perbuatan kita. Tetapi Dia sama sekali tidak bersalah!”


Ketika perwira pasukan melihat apa yang sudah terjadi, ia memuji Allah. Lalu ia berkata, “Sungguh, Dia tidak bersalah!”


Orang-orang Yahudi itu menjawab, “Menurut hukum kami, Ia harus dihukum mati sebab Ia mengaku diri-Nya Anak Allah.”


Meskipun mereka tidak bisa menemukan sesuatu pun pada-Nya yang patut dihukum dengan hukuman mati, namun mereka minta kepada Pilatus supaya Ia dibunuh.


Sekarang kita tahu bahwa semua yang tertulis dalam hukum agama Yahudi, adalah untuk orang-orang yang berada di bawah pemerintahan hukum itu. Dengan demikian tidak seorang pun dapat memberikan alasan apa-apa lagi dan seluruh dunia dapat dituntut oleh Allah.


yang disampaikan melalui orang-orang munafik yang membohong. Hati nurani orang-orang itu sudah gelap.


Mereka berkata bahwa mereka mengenal Allah, padahal perbuatan mereka menyangkal-Nya. Mereka menjijikkan, dan mereka tidak mau taat; mereka adalah orang-orang yang tidak mampu melakukan sesuatu yang baik.


Jadi, Yesus itulah Imam Agung yang kita perlukan. Ia suci; pada-Nya tidak terdapat kesalahan atau dosa apa pun. Ia dipisahkan dari orang-orang berdosa, dan dinaikkan sampai ke tempat yang lebih tinggi dari segala langit.


melainkan sesuatu yang sangat berharga; yaitu diri Kristus sendiri, yang menjadi sebagai domba yang dikurbankan kepada Allah tanpa cacat atau cela.


Janganlah kita seperti Kain, yang menjadi anak Iblis dan membunuh saudaranya sendiri. Apa sebab Kain membunuh saudaranya? Sebab hal-hal yang dilakukannya adalah salah, tetapi hal-hal yang dilakukan saudaranya adalah benar.


Penduduk bumi akan bergembira atas kematian kedua saksi itu. Mereka akan merayakannya dan saling mengirim hadiah, karena kedua orang nabi itu sudah mendatangkan banyak siksaan kepada semua orang di bumi.


Mendengar itu Saul mengaku kepada Samuel, katanya, “Memang aku telah berdosa. Aku melanggar perintah Tuhan dan mengabaikan petunjuk Bapak. Aku takut kepada anak buahku lalu kukabulkan permintaan mereka.


Saul menjawab, “Aku telah berdosa. Tetapi tolonglah Pak, kembalilah bersama-sama dengan aku supaya aku dapat beribadat kepada Tuhan Allah Bapa. Dengan demikian Bapak menghormati aku di depan para pemimpin bangsaku dan di depan seluruh Israel.”


Ia telah mempertaruhkan nyawanya ketika membunuh Goliat, dan Tuhan telah memberikan kemenangan besar kepada Israel melalui dia. Ayah sendiri telah melihat kejadian itu, dan Ayah gembira pada waktu itu. Jadi, mengapa sekarang Ayah hendak menganiaya orang yang tidak bersalah dan mau membunuh Daud tanpa alasan apa pun?”


Ikuti kami:

Iklan


Iklan