Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Lukas 6:21 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

21 Berbahagialah kalian yang lapar sekarang; kalian akan dikenyangkan! Berbahagialah kalian yang menangis sekarang; kalian akan tertawa!

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

21 Berbahagialah kalian yang sekarang lapar, karena kalian akan dikenyangkan! Betapa besar kebahagiaan yang tersedia bagi kalian yang menangis, karena akan tiba saatnya kalian tertawa gembira!

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

21 Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

21 Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

21 Sungguh diberkati Allah kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dikenyangkan. Sungguh diberkati Allah kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

21 Berkat besar adalah milik kamu yang lapar saat ini, karena kamu akan dikenyangkan. Berkat besar adalah milik kamu yang sedang menangis, karena kamu akan bahagia dan tertawa.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

21 “Betapa senangnya kalian yang miskin, sebab kerajaan Allah adalah milikmu. Betapa senangnya kalian yang lapar, sebab kalian akan dikenyangkan. Betapa senangnya kalian yang sekarang menangis, sebab kalian akan tertawa.

Lihat babnya Menyalin




Lukas 6:21
56 Referensi Silang  

Lalu sujudlah Abraham, tetapi ia tertawa ketika berpikir, “Mana mungkin seorang laki-laki yang sudah berumur seratus tahun mendapat anak? Mana mungkin Sara melahirkan pada usia sembilan puluh tahun?”


Sara berkata, “Allah telah membuat saya tertawa karena gembira. Setiap orang yang mendengar hal ini akan tertawa gembira bersama saya.”


Sebab Ia memuaskan orang yang haus, dan melimpahi orang lapar dengan segala yang baik.


Air mataku mengalir seperti sungai, karena hukum-Mu tidak ditaati.


Aku berdoa kepada-Mu dengan tangan terentang; seperti tanah yang kering, jiwaku merindukan Engkau.


Tetapi aku akan memandang Engkau, sebab aku tidak bersalah. Pada waktu aku bangun, kehadiran-Mu membuat hatiku gembira.


Tuhan pelindung dan pembelaku, aku percaya kepada-Nya. Ia menolong dan menggirangkan hatiku, aku memuji Dia dengan lagu syukur.


Dosa-dosaku terlalu berat bagiku, tetapi Engkau mengampuninya.


Di Bukit Sion, Tuhan Yang Mahakuasa akan menyiapkan perjamuan untuk semua bangsa di dunia. Ia menghidangkan makanan yang paling lezat dan anggur yang terpilih.


Hai kamu yang tinggal di Yerusalem, kamu tidak akan terus menangis. Tuhan berbelaskasihan, dan segera menjawab kamu bila kamu berseru minta tolong kepada-Nya.


Bersukacitalah bersama Yerusalem, hai semua orang yang mencintainya. Kamu yang berduka karena dia, sekarang boleh bergembira ria.


Jika kau enggan mendengarkan, aku akan menangis dengan diam-diam. Dengan rasa pilu kutangisi keangkuhanmu itu. Air mataku akan berlinang karena umat Tuhan diangkut sebagai tawanan.


Mereka yang lelah akan Kusegarkan, dan yang lesu karena kelaparan akan Kukenyangkan.


Mereka berjalan dengan bercucuran air mata, Kuhibur dan Kubimbing mereka. Kubawa mereka melalui tempat-tempat yang banyak airnya, melalui jalan rata di tempat mereka tak akan tersandung. Bagi Israel, Aku bagaikan ayah; Efraim adalah putra-Ku yang sulung.”


Alangkah baiknya jika kepalaku seperti sumur yang penuh air, dan mataku pancuran yang terus mengalir! Maka aku dapat menangis siang dan malam, meratapi orang-orang sebangsaku yang dibunuh lawan.


Sebagian akan luput dan melarikan diri ke pegunungan. Di situ mereka akan seperti burung-burung dara yang dihalau dari lembah-lembah; semuanya akan merintih karena dosa-dosa mereka.


“Pergilah ke segala penjuru kota dan tandailah dahi setiap orang yang merasa sedih dan susah karena semua perbuatan menjijikkan yang dilakukan di kota itu.”


Berbahagialah orang yang bersedih hati; Allah akan menghibur mereka!


Berbahagialah orang yang rindu melakukan kehendak Allah; Allah akan memuaskan mereka!


Orang lapar dipuaskan-Nya dengan segala kebaikan, si kaya diusir dengan hampa.


Yesus memandang pengikut-pengikut-Nya lalu berkata, “Berbahagialah kalian orang-orang miskin, karena kalian adalah anggota umat Allah!


Berbahagialah kalian kalau dibenci, ditolak, dihina dan difitnah oleh karena Anak Manusia!


Celakalah kalian yang kenyang sekarang ini; sebab kalian akan kelaparan! Celakalah kalian yang tertawa sekarang ini; sebab kalian akan bersedih hati dan menangis!


Lalu Yesus menangis.


Yesus menjawab, “Sekiranya engkau tahu pemberian Allah dan siapa yang minta minum kepadamu, pasti engkau sendiri yang minta minum kepada-Nya, dan Ia akan memberi kepadamu air hidup.”


“Akulah roti yang memberi hidup,” kata Yesus kepada mereka. “Orang yang datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi untuk selamanya. Dan orang yang percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi untuk selamanya.


Sampai saat ini kami mengalami kelaparan dan kehausan; pakaian kami tinggal yang di badan saja; orang menyiksa kami; kami tidak punya tempat untuk menetap;


Saya membanting tulang dan berjuang setengah mati: sering tidak tidur, tidak makan, tidak minum, banyak kali terlantar dalam keadaan lapar, kedinginan karena kurang pakaian dan tidak mempunyai tempat tinggal.


Jadi saya gembira dengan kelemahan-kelemahan saya. Saya juga gembira kalau oleh karena Kristus saya difitnah, saya mengalami kesulitan, dikejar-kejar dan saya mengalami kesukaran. Sebab kalau saya lemah, maka pada waktu itulah justru saya kuat.


Walaupun hati kami disedihkan, namun kami selalu bergembira juga. Kami nampaknya miskin, tetapi kami sudah membuat banyak orang menjadi kaya. Nampaknya kami tidak mempunyai apa-apa, tetapi sebenarnya kami memiliki segala-galanya.


Berbahagialah orang yang tabah pada waktu ia mengalami cobaan. Sebab sesudah ia berhasil bertahan dalam cobaan itu, ia akan menerima upahnya, yaitu kehidupan yang telah dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Allah.


Lalu saya mendengar suara dari takhta itu berseru dengan keras, “Sekarang tempat tinggal Allah adalah bersama-sama dengan manusia! Ia akan hidup dengan mereka, dan mereka akan menjadi umat-Nya. Allah sendiri akan berada dengan mereka dan menjadi Allah mereka.


Mereka tidak akan lagi merasa lapar atau haus; matahari ataupun panas terik tidak lagi akan membakar mereka,


Ikuti kami:

Iklan


Iklan