Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Lukas 4:22 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

22 Kata-kata yang diucapkan-Nya bagus sekali, sehingga mereka kagum dan menyokong Dia. Mereka berkata, “Bukankah Dia anak Yusuf?”

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

22 Semua yang ada di situ memuji Dia dan terpesona oleh kata-kata indah yang diucapkan-Nya. “Bagaimana hal ini bisa terjadi?” kata mereka. “Bukankah Ia anak Yusuf?”

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

22 Semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka, "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

22 Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: ”Bukankah Ia ini anak Yusuf?”

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

22 Awalnya semua orang mengatakan hal-hal yang baik tentang Yesus. Ada yang berpendapat, “Setiap ajarannya sangat bagus dan enak didengar.” Ada juga yang heran dan berkata, “Wah, bagaimana mungkin anak Yusuf bisa mengajar seperti ini?!”

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

22 Semua orang di sana mengatakan mereka senang akan apa yang Yesus katakan. Mereka heran mendengar kata-kata mengagumkan yang Ia katakan. Mereka berkata, “Bagaimana ini mungkin? Bukankah Ia anak Yusuf?”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

22 Setiap orang menyatakan persetujuan atas ucapan-Nya, kagum dengan setiap perkataan yang diucapkan Yesus. “Bukankah Dia ini anak Yusuf?” tanya mereka.

Lihat babnya Menyalin




Lukas 4:22
20 Referensi Silang  

Kata-kata indah meluap dari hatiku, kupersembahkan laguku kepada raja. Laksana pena seorang pujangga mahir, lidahku siap mengucapkan syair.


Ikatkan pedangmu di pinggang, hai raja perkasa, engkau sangat agung dan semarak!


Kata-kata orang tulus menyenangkan hati; kata-kata orang jahat selalu menyakiti.


Orang bijaksana dikenal dari pikirannya yang tajam; cara bicaranya yang menarik, membuat kata-katanya makin meyakinkan.


Pendapat yang diutarakan dengan tepat pada waktunya seperti buah emas di dalam pinggan perak.


Ucapan orang arif membuat ia dihormati, tetapi orang bodoh binasa karena kata-katanya sendiri.


Teramat manis tutur katanya, segala sesuatu padanya menarik. Begitulah kekasih dan sahabatku, hai putri-putri Yerusalem!


Tuhan Yang Mahatinggi mengajar aku berbicara, supaya perkataanku menguatkan orang yang lesu. Setiap pagi Ia membangkitkan hasratku untuk mendengarkan ajaran-Nya bagiku.


Semua orang yang mendengar Dia heran karena jawaban-jawaban-Nya yang cerdas.


Orang tua-Nya pun heran melihat Dia. Ibu-Nya berkata kepada-Nya, “Nak, mengapa Kaulakukan ini kepada kami? Ayah-Mu dan ibu-Mu cemas mencari Engkau!”


Aku sendiri akan memberi kepadamu kata-kata dan kebijaksanaan itu, sehingga tak seorang pun dari musuh-musuhmu dapat melawan atau menyangkal apa yang kalian katakan.


Dan Yesus mulai berbicara kepada mereka, begini, “Ayat-ayat Alkitab ini pada hari ini terpenuhi pada saat kalian mendengarnya.”


Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya, “Kami sudah menemukan orang yang disebut oleh Musa dalam Buku Hukum Allah, dan yang diwartakan oleh nabi-nabi. Dia itu Yesus dari Nazaret, anak Yusuf.”


Mereka berkata, “Bukankah ini Yesus, anak Yusuf? Kami kenal ibu bapak-Nya! Bagaimana Ia dapat berkata bahwa Ia turun dari surga?”


Pengawal-pengawal itu menjawab, “Wah, belum pernah ada orang berbicara seperti Dia!”


Tetapi mereka tidak bisa membantah apa yang dikatakan oleh Stefanus, karena Roh Allah memberikan kepadanya kebijaksanaan untuk berbicara.


Pakailah kata-kata yang bijaksana, yang tidak dapat dicela orang, supaya lawan-lawanmu menjadi malu karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka katakan tentang kita.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan