Lukas 21:34 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini34 “Jagalah dirimu, jangan sampai kalian terlalu sibuk berpesta-pesta dan minum minuman keras, atau terlalu memikirkan soal-soal hidupmu, sehingga kalian tidak siap ketika hari itu muncul dengan tiba-tiba. Lihat babnyaLebih banyak versiFirman Allah Yang Hidup34-35 “Waspadalah, supaya kalian siap pada waktu Aku datang dengan tiba-tiba. Jangan sampai Aku mendapati kalian hidup bebas dengan berfoya-foya serta bermabuk-mabuk, dan tenggelam dalam kehidupan duniawi, seperti orang-orang lain di dunia ini. Lihat babnyaPerjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 234 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan dibebani oleh pesta pora dan kemabukan serta kekhawatiran hidup sehari-hari dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Lihat babnyaAlkitab Terjemahan Baru34 ”Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Lihat babnyaTerjemahan Sederhana Indonesia34 “Berhati-hatilah! Jangan sampai kamu hanyut dalam kesenangan duniawi lalu hidup sembarangan, misalnya dengan berpesta pora dan mabuk-mabukan. Juga jangan sampai kamu sibuk mengkuatirkan kehidupan di dunia ini. Kedua hal itu membuat kamu lupa berjaga-jaga menantikan kedatangan-Ku, sehingga kamu tidak siap ketika waktunya tiba. Lihat babnyaPerjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca34 “Berhati-hatilah agar kamu tidak membuang waktu untuk berpesta, bermabuk-mabukan atau mengkhawatirkan hidup ini. Hal itu hanya akan menumpulkan pikiranmu, sehingga ketika ‘hari itu’ datang, kamu tidak siap. Lihat babnyaAlkitab Gratis untuk Semua34 Waspadalah sehingga perhatian kalian tidak dialihkan oleh pesta pora ataupun mabuk-mabukkan ataupun kesulitan di dunia ini, sehingga kalian menjadi terkejut ketika hari tiba. Lihat babnya |
Juga nabi-nabi dan imam-imam mabuk karena terlalu banyak minum anggur dan arak. Mereka berjalan terhuyung-huyung dan tersandung-sandung karena pikiran mereka kacau. Nabi-nabi tak dapat lagi memahami penglihatan-penglihatan yang diberikan Allah kepada mereka. Imam-imam tak dapat lagi memutuskan perkara-perkara yang dihadapkan kepada mereka.