Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Hosea 4:12 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

12 Kamu minta petunjuk dari sepotong kayu! Sebuah tongkat memberitahukan kepadamu apa yang kamu ingin ketahui! Kamu seperti seorang istri yang menjadi pelacur; kamu meninggalkan Aku dan menyerahkan diri kepada ilah-ilah lain.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

12 Umat-Ku bertanya kepada pohonnya, dan tongkatnya akan memberitahu kepadanya, sebab roh perzinahan menyesatkan mereka, dan mereka berzinah meninggalkan Allah mereka.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Lama

12 Bahwa umat-Ku bertanyakan kayunya dan tongkatnya patutlah memberi tahu kepadanya, karena nafsu persundalan sudah membujuk mereka itu, sehingga dengan berzinah mereka itu sudah undur dari pada Allahnya.

Lihat babnya Menyalin




Hosea 4:12
25 Referensi Silang  

Samaria jatuh karena orang Israel berdosa kepada Tuhan, Allah mereka, yang telah menyelamatkan mereka dari raja Mesir, dan membawa mereka keluar dari negeri itu. Mereka menyembah ilah-ilah lain


Sebaliknya, Baginda hidup seperti raja-raja Israel, dan menyebabkan rakyat Yehuda dan Yerusalem tidak setia kepada Allah. Baginda berbuat seperti Raja Ahab dan pengganti-penggantinya. Baginda bahkan membunuh saudara-saudara Baginda, padahal mereka lebih baik dari Baginda.


Karena perbuatan-perbuatan itu mereka menjadi najis, dan tidak setia kepada Allah.


Orang yang meninggalkan Engkau akan celaka, Kaubinasakan orang yang tidak setia kepada-Mu.


Bebal dan bodoh mereka semua sebab dewanya hanya kayu belaka, tak dapat mengajar yang berguna.


Kamu akan dipermalukan, sebab sepotong kayu kamu panggil bapak dan sebuah batu kamu panggil ibu. Kamu bukannya datang kepada-Ku, melainkan meninggalkan Aku. Tapi apabila datang kesukaran, Akulah yang kamu panggil untuk datang menyelamatkan kamu.


Dosa nabi-nabi Samaria sudah Kulihat. Mereka berbicara atas nama Baal, dan menyesatkan Israel, umat-Ku.


Kamu ingin menyamai bangsa-bangsa lain dan penduduk negeri-negeri lain yang menyembah pohon dan batu. Tetapi keinginanmu itu tidak akan tercapai.’ ”


Raja Babel berdiri di dekat papan penunjuk jalan itu. Untuk mengetahui jalan mana yang akan dilaluinya, ia meminta petunjuk dari berhala-berhalanya, mengocok panah dan memeriksa hati binatang yang baru dikurbankan.


Kembalilah kepada Tuhan dan sampaikanlah doa ini sebagai persembahanmu kepada-Nya, “Tuhan, ampunilah segala dosa kami, dan terimalah doa kami ini, maka kami akan memuji Engkau seperti yang telah kami janjikan.


Kejahatan yang dilakukan oleh orang Israel menyebabkan mereka tak dapat kembali kepada Allah mereka. Mereka sudah dicengkeram oleh penyembahan berhala, sehingga mereka tidak lagi mempedulikan Tuhan.


Di Israel Aku melihat sesuatu yang mengerikan: umat-Ku menajiskan dirinya dengan menyembah berhala.


Hai bangsa Israel, janganlah merayakan lagi hari-hari rayamu seperti bangsa-bangsa lain. Kamu telah meninggalkan Allahmu dan tidak setia kepada-Nya. Di tiap pengirikan gandum, kamu menjual diri sebagai pelacur kepada Dewa Baal, dan senang menerima gandum yang kamu anggap sebagai upah dewa itu kepadamu!


Bangsa Israel harus tetap setia kepada Tuhan dan sekali-kali tak boleh menyembelih binatang di ladang-ladang untuk persembahan kepada jin-jin jahat. Peraturan itu harus ditaati untuk selama-lamanya.


maka Aku sendiri yang menghukum dia, seluruh keluarganya, serta semua orang yang bersama dia meninggalkan Aku dan menyembah Molokh. Mereka tidak lagi Kuanggap anggota umat-Ku.


Kamu menghendaki nabi yang suka membohong dan menipu serta meramalkan bahwa kamu akan mempunyai anggur dan minuman keras berlimpah-limpah.”


Rumbai-rumbai adalah untuk peringatan: Setiap kali kamu melihatnya, kamu ingat akan segala perintah-Ku dan mentaatinya. Dan karena itu kamu tidak akan melupakan Aku untuk mengikuti keinginan dan hasratmu sendiri.


Kata Tuhan kepada Musa, “Ajalmu sudah dekat. Sesudah kepergianmu, bangsa Israel tidak setia lagi kepada-Ku dan mengingkari perjanjian yang Kubuat dengan mereka. Mereka akan meninggalkan Aku untuk menyembah ilah-ilah yang disembah di negeri yang tak lama lagi mereka masuki.


Lalu kata mereka kepadanya, “Kalau begitu, tolong tanyakan kepada Allah apakah perjalanan kami ini akan berhasil atau tidak.”


Ikuti kami:

Iklan


Iklan