Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




2 Samuel 24:10 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

10 Tetapi setelah Daud selesai menghitung bangsa itu, dia merasa bersalah, lalu berkata kepada Tuhan, “Ya Tuhan, aku sangat berdosa! Ampunilah aku, sebab tindakanku itu sangat bodoh.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

10 Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada Tuhan: ”Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, Tuhan, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.”

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

10 Akan tetapi, sesudah sensus itu selesai, Daud merasa bersalah dan dia berdoa kepada TUHAN, “Aku sangat berdosa karena melakukan hal ini! Ya TUHAN, mohon ampunilah hamba-Mu yang sudah bertindak sangat bodoh.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Lama

10 Akan tetapi setelah sudah dibilangnya akan orang banyak itu, maka berdebarlah hati Daud, lalu sembah Daud kepada Tuhan: Bahwa aku sudah berdosa dalam berbuat begitu; tetapi sekarang, ya Tuhan! lalukan apalah kiranya salah hamba-Mu ini, karena perbuatan hamba ini sangat bodoh adanya.

Lihat babnya Menyalin




2 Samuel 24:10
27 Referensi Silang  

Lalu kata Daud kepada Natan, “Aku telah berdosa terhadap Tuhan.” Jawab Natan, “Tuhan telah mengampuni Baginda; jadi Baginda tidak akan mati.


Daud melihat malaikat yang sedang membunuhi rakyat itu, lalu ia berkata kepada Tuhan, “Akulah yang berdosa sebab aku yang membuat kesalahan itu. Tetapi apa kesalahan bangsa yang malang itu? Hukumlah aku dan keluargaku!”


Apabila umat-Mu berdosa kepada-Mu dan Engkau menghukum mereka dengan tidak menurunkan hujan lalu mereka bertobat dari dosa mereka dan menghormati Engkau sebagai Tuhan, kemudian menghadap ke rumah ibadat ini serta berdoa kepada-Mu,


Allah tidak senang dengan sensus itu dan Ia menghukum orang Israel.


Lalu berdoalah Daud kepada Allah katanya, “Ya Allah, aku sangat berdosa! Ampunilah aku, sebab tindakanku itu sangat bodoh.”


Tuhan mengawasi seluruh bumi untuk memberikan kekuatan-Nya bagi orang-orang yang setia kepada-Nya. Engkau telah bertindak bodoh, karena itu mulai sekarang engkau selalu akan mengalami peperangan.”


Tetapi akhirnya Hizkia dan orang-orang Yerusalem merendahkan diri, maka selama Hizkia masih hidup hukuman itu tidak dijalankan.


Tidak dapatkah Engkau mengampuni dosaku? Tidak mungkinkah Engkau menghapuskan salahku? Sebentar lagi aku terbaring dalam kuburan, dan bila Kaucari aku, tak akan Kaudapatkan.”


Lalu aku mengakui dosaku kepada-Mu, kesalahanku tak ada yang kusembunyikan. Aku memutuskan untuk mengakuinya kepada-Mu, dan Engkau mengampuni semua dosaku.


Raja segera memanggil Musa dan Harun lalu berkata, “Aku telah berdosa terhadap Tuhan Allahmu dan terhadap kamu.


Siapa menyembunyikan dosanya tidak akan beruntung. Siapa mengakui dan meninggalkannya, akan dikasihani Tuhan.


Kembalilah kepada Tuhan Allahmu, hai bangsa Israel! Dosamu telah menyebabkan kamu tergelincir dan jatuh.


Tuhan berkata, “Tetapi sekarang ini, kembalilah kepada-Ku dengan sepenuh hati, sambil berpuasa, meratap dan menangis.


berkatalah ia kepada Musa, “Tolonglah, Tuanku, jangan biarkan kami disiksa karena dosa yang kami buat dalam kebodohan kami.


berzinah, menipu, memfitnah, serta melakukan segala sesuatu yang jahat, menjadi serakah, tidak sopan, iri hati, sombong, dan susah diajar.


Keesokan harinya, Yohanes melihat Yesus datang kepadanya. Lalu Yohanes berkata, “Lihat, itulah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.


Setelah mendengar Yesus berkata begitu, pergilah mereka meninggalkan tempat itu, satu demi satu mulai dari yang tertua. Akhirnya Yesus tinggal sendirian di situ dengan wanita yang masih berdiri di tempatnya.


Begitukah kamu balas kebaikan Tuhan, hai orang-orang bodoh dan tidak berakal? Bukankah Ia Bapamu, Penciptamu, yang menjadikan kamu satu bangsa?


Sebab dahulu kita sendiri juga bodoh, sesat dan tidak taat. Kita diperhamba oleh bermacam-macam nafsu dan keinginan; kita hidup dengan niat-niat jahat dan iri hati, serta saling membenci.


Tetapi kalau kita mengakui dosa-dosa kita kepada Allah, Ia akan menepati janji-Nya dan melakukan apa yang adil. Ia akan mengampuni dosa-dosa kita dan membersihkan kita dari segala perbuatan kita yang salah.


Mendengar itu Samuel berkata kepada Saul, “Tindakan Baginda itu bodoh sekali. Seandainya Baginda mentaati perintah Tuhan Allah kepada Baginda, pastilah Tuhan akan menetapkan Baginda dan keturunan Baginda menjadi raja atas Israel untuk selama-lamanya.


Lalu berkatalah anak buah Daud kepadanya, “Inilah kesempatan bagi Bapak! Bukankah Tuhan telah berkata kepada Bapak demikian, ‘Musuhmu akan Kuserahkan kepadamu, perbuatlah sekehendakmu atas dia!’ ” Kemudian Daud menyelinap ke tempat Saul dan dengan diam-diam dipotongnya sedikit pinggir jubah Saul.


Tetapi setelah itu, Daud merasa bersalah karena ia telah melakukan hal itu.


Lalu Saul menjawab, “Aku telah berbuat salah. Kembalilah Daud, Anakku! Aku tak akan berbuat jahat lagi kepadamu karena engkau telah merelakan aku hidup malam tadi. Kelakuanku sungguh bodoh. Aku benar-benar telah keliru!”


Ikuti kami:

Iklan


Iklan