Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




1 Samuel 25:17 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

17 Sebab itu, pertimbangkanlah hal ini, dan putuskanlah apa yang dapat Nyonya perbuat. Sebab pastilah akan datang pembalasan terhadap tuan kita dan seluruh keluarganya. Tuan kita begitu keras kepala sehingga beliau tak dapat diajak bicara!”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

17 Oleh sebab itu, pikirkanlah dan pertimbangkanlah apa yang harus kauperbuat, sebab telah diputuskan bahwa celaka akan didatangkan kepada tuan kita dan kepada seisi rumahnya, dan ia seorang yang dursila, sehingga orang tidak dapat berbicara dengan dia.”

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

17 Berpikir dan bertindaklah segera. Karena malapetaka sedang mendekati Nabal dan bisa menghancurkan seluruh keluarganya. Tuan sangat menjengkelkan! Segala nasihat dari siapa pun pasti tidak akan didengarkannya!”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Lama

17 Maka sekarang hendaklah encik mengetahui dan menimbang baik-baik barang yang patut encik perbuat, karena celaka sudah ditentukan dengan sebenarnya atas tuan kami dan atas segala isi rumahnya, maka sesungguhnya ialah seorang fasik yang tiada dapat ditegur.

Lihat babnya Menyalin




1 Samuel 25:17
19 Referensi Silang  

Gad datang menghadap dan memberitahukan kepadanya perintah Tuhan itu, katanya, “Mana yang Baginda pilih: Negeri ini ditimpa bencana kelaparan selama tiga tahun, atau Baginda lari dikejar-kejar musuh selama tiga bulan, atau negeri ini diserang wabah penyakit selama tiga hari? Putuskanlah sekarang apa yang harus kusampaikan kepada Tuhan.”


Suruhlah dua orang jahat duduk menghadapnya dan menuduh dia bahwa ia telah mengutuk Allah dan raja. Lalu bawalah dia ke luar kota, dan lemparilah dia dengan batu sampai mati!”


Dua penjahat duduk berhadapan dengan Nabot, dan di depan umum mereka menuduh dia bahwa ia telah mengutuki Allah dan raja. Karena itu ia dibawa ke luar kota lalu dilempari dengan batu sampai mati.


Ia mengumpulkan segerombolan orang-orang kurang ajar dan memaksakan kehendak mereka kepada Rehabeam putra Salomo, yang pada waktu itu terlalu muda dan tak berpengalaman untuk menentang.


“Diam,” kata Amazia, “Kalau tidak, kami bunuh kau! Tidak pernah kami mengangkat kau menjadi penasihat raja!” Maka diamlah nabi itu, tetapi sebelumnya ia sempat berkata, “Sekarang saya tahu bahwa Allah sudah memutuskan untuk membinasakan Baginda karena perbuatan Baginda itu, dan karena Baginda tidak menghiraukan nasihat saya.”


Raja marah sekali, lalu bangkit meninggalkan meja dan langsung ke luar, ke taman istana. Haman tahu bahwa raja telah mengambil keputusan untuk menghukumnya, sebab itu ia tetap tinggal dengan Ratu Ester untuk memohon supaya diselamatkan.


Orang dipuji sesuai dengan kebijaksanaannya; orang dihina sesuai dengan kedunguannya.


bahwa beberapa orang jahat dari bangsamu telah menyesatkan penduduk kota untuk menyembah ilah-ilah yang tidak kamu kenal.


Sementara mereka bersenang-senang, tiba-tiba rumah itu dikepung orang-orang bejat dari kota itu. Mereka menggedor-gedor pintu dan berkata kepada orang tua itu, “Serahkan kepada kami orang laki-laki yang kaubawa ke rumahmu. Kami mau pakai dia!”


Tetapi beberapa orang jahat berkata, “Mana mungkin orang ini akan berguna bagi kita?” Mereka meremehkan Saul dan tidak memberikan hadiah kepadanya. Tetapi ia pura-pura tidak tahu.


Anak-anak Eli jahat sekali. Mereka tidak mengindahkan Tuhan


Jika raja berkata, ‘Baiklah,’ maka aku akan aman, tetapi jika beliau marah, ketahuilah bahwa beliau sudah mengambil keputusan untuk mencelakakan aku.


Jawab Yonatan, “Jangan khawatir! Jika aku tahu dengan pasti bahwa ayahku telah bertekad untuk mencelakakanmu, tentulah akan kuberitahukan kepadamu.”


Siang malam mereka melindungi kami selama kami menggembalakan kambing domba di dekat mereka.


Lalu segera Abigail mengambil dua ratus roti, dan dua kantong kulit penuh berisi air anggur, lima domba panggang, tujuh belas kilogram gandum panggang, seratus rangkai buah anggur kering dan dua ratus kue ara. Semuanya itu dimuat di atas keledai-keledainya.


Janganlah Tuanku pikirkan Nabal, orang yang tanpa guna itu! Ia orang bodoh -- sama dengan arti namanya. Hamba tidak melihat utusan-utusan yang Tuanku suruh itu.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan