1 Samuel 10:1 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini1 Kemudian Samuel mengambil kendi berisi minyak zaitun, lalu minyak itu dituangkannya ke atas kepala Saul, dan diciumnya Saul sambil berkata, “Tuhan telah melantikmu menjadi raja atas Israel umat-Nya. Engkau akan memerintah umat-Nya dan melindungi mereka dari musuh-musuh mereka. Inilah tanda bagimu bahwa Tuhan telah memilih engkau menjadi raja atas umat-Nya: Lihat babnyaAlkitab Terjemahan Baru1 Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: ”Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri: Lihat babnyaTerjemahan Sederhana Indonesia1 Lalu Samuel mengambil sebuah kendi kecil berisi minyak zaitun dan menuangkannya ke atas kepala Saul dan memeluknya serta berkata, “TUHAN sudah memilihmu untuk memimpin umat-Nya, bangsa Israel, yang adalah milik-Nya yang khusus! Kamu akan memerintah atas umat TUHAN dan kamu akan membebaskan mereka dari kuasa musuh-musuh yang ada di sekeliling mereka. Inilah yang akan menjadi tanda bagimu bahwa TUHAN sudah memilih kamu sebagai pemimpin atas umat-Nya: Lihat babnyaAlkitab Terjemahan Lama1 Maka oleh Semuel diambil akan sebuah buli-buli berisi minyak bau-bauan, dicurahkannya isinya pada kepala Saul dan diciumnya akan dia sambil katanya: Bukankah Tuhan sudah menyiram engkau dengan minyak bau-bauan akan menjadi penganjur bahagiannya pusaka? Lihat babnya |
Sampai sekarang orang-orang Efraim itu masih terus berbuat dosa; mereka membuat patung-patung perak untuk disembah -- patung yang direncanakan oleh akal manusia dan dibentuk oleh tangan manusia. Mereka berkata, “Persembahkanlah kurban kepada patung-patung ini!” Aneh, manusia mencium patung anak sapi!
Sekarang inilah, aku berdiri di hadapan kamu! Jika aku telah melakukan kesalahan, tuduhlah aku di hadapan Tuhan dan di hadapan raja yang dipilih-Nya. Pernahkah aku mengambil sapi atau keledai orang lain? Pernahkah aku menipu atau menindas atau menerima uang sogok? Katakanlah, supaya apa saja yang kuambil dapat kukembalikan.”
Beberapa waktu kemudian Tuhan berkata kepada Samuel, “Berapa lama lagi engkau bersedih hati karena Saul? Bukankah dia telah tak diakui sebagai raja Israel? Sekarang, ambillah minyak zaitun dan pergilah ke Betlehem, kepada seorang yang bernama Isai, karena salah seorang dari anak-anaknya telah Kupilih menjadi raja.”
“Besok pagi kira-kira waktu begini, Aku akan menyuruh seorang dari suku Benyamin menemuimu. Lantiklah dia dengan upacara peminyakan untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Ia akan menyelamatkan umat-Ku dari orang Filistin. Aku telah melihat penderitaan umat-Ku dan mendengar tangisan mereka meminta tolong.”