Bayangkan emas yang dileburkan dalam suhu tinggi sampai titik leburnya, untuk dibersihkan dan dimurnikan. Penting sekali apinya tidak berlebihan, supaya emasnya tidak rusak. Setelah itu, emas ditempa dan dibentuk. Akhirnya, setelah melewati semua proses itu, emas bersinar, memancarkan keindahannya, dan diakui sebagai logam yang paling indah dan berharga.
Seperti yang tertulis dalam Ayub 23:10, "Tetapi Ia tahu jalan hidupku; bila Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas." Mungkin sulit untuk dimengerti, tetapi perbandingan ini juga berlaku untuk kehidupan kita. Ada sikap dan kebiasaan yang perlu kita "leburkan" dengan api, agar dibakar habis, sehingga kilau yang Tuhan berikan bisa terpancar tanpa kita menjadi sombong, karena kita telah dimurnikan.
Coba renungkan, apa saja "api" dalam hidupmu saat ini? Mungkin itu sebuah tantangan, kesulitan, atau bahkan perubahan yang tidak nyaman. Semua itu, meskipun terasa berat, bisa menjadi proses pemurnian. Ingatlah, Tuhan selalu menyertai dan menguatkan. Percayalah, setelah melewati proses ini, kamu akan "timbul seperti emas," lebih kuat, lebih indah, dan lebih bercahaya.
Berbakti kepada Tuhan itu baik, berlangsung selama-lamanya. Hukum Tuhan itu benar dan adil semuanya.
Kedua daun pintu itu dihiasi dengan ukiran kerub, pohon palem dan bunga-bunga mekar. Daun pintu, patung kerub dan ukiran pohon-pohon palem, semuanya dilapisi dengan emas.
Kepalanya terbuat dari emas murni, dada dan lengannya dari perak, pinggang dan pinggulnya dari tembaga,
Yang pertama bernama Pison; sungai itu mengalir mengelilingi tanah Hawila.Di situ terdapat emas murni dan juga wangi-wangian yang sulit diperoleh, serta batu-batu permata.
Kedua belas pintu gerbangnya terdiri dari dua belas mutiara, masing-masing pintu dibuat dari satu mutiara. Jalan di kota itu dibuat dari emas murni, bening seperti kaca yang mengkilap.
Sebab itu Aku menasihati kalian supaya membeli daripada-Ku emas, yaitu emas yang murni, supaya kalian menjadi kaya. Belilah juga pakaian putih daripada-Ku supaya kalian berpakaian dan menutupi keadaan kalian yang telanjang dan memalukan. Dan belilah pula obat untuk dioles di matamu supaya kalian dapat melihat.
Setelah semua unta minum sepuas-puasnya, hamba Abraham mengambil perhiasan emas yang berharga, lalu mengenakannya pada hidung gadis itu. Pada lengannya diberi sepasang gelang emas.
Lalu ia mengeluarkan pakaian, perhiasan perak dan emas, dan memberikan semua itu kepada Ribka. Juga abangnya dan ibunya diberinya hadiah yang mahal-mahal.
Tiap wanita Israel akan minta dari tetangganya orang Mesir dan dari wanita Mesir yang tinggal serumah, pakaian serta perhiasan perak dan emas. Kamu akan mengenakan itu pada anak-anakmu. Dengan cara itu kamu akan merampasi orang Mesir.”
Sebab itu bicaralah dengan bangsa Israel; suruhlah mereka minta perhiasan emas dan perak dari tetangga mereka.”
Mereka juga sudah melakukan apa yang dikatakan Musa, yaitu meminta perhiasan emas dan perak serta pakaian dari orang Mesir.Tuhan membuat orang Mesir bermurah hati kepada orang Israel, sehingga mereka memberikan segala yang diminta orang Israel. Dengan cara itu orang Israel membawa kekayaan orang Mesir keluar dari negeri itu.
Buatlah tutup peti itu dari emas murni, panjangnya 110 sentimeter dan lebarnya 66 sentimeter.Buatlah dua kerub dari emas tempaan,
Buatlah sebuah hiasan dari emas murni dan ukirkan kata-kata ‘Dikhususkan untuk Tuhan’.
Lalu Harun berkata kepada mereka, “Lepaskanlah anting-anting emas yang dipakai istri-istri dan anak-anakmu, dan bawalah kepadaku.”Maka mereka melepaskan anting-anting emas masing-masing dan membawanya kepada Harun.Harun mengambil anting-anting itu, lalu dileburnya dan dituangnya ke dalam sebuah cetakan dan dibuatnya sebuah patung sapi. Bangsa itu berkata, “Hai Israel, inilah ilah kita yang mengantar kita keluar dari Mesir!”
Bagian dalam dan luarnya dilapisi dengan emas murni, lalu dibuat bingkai emas sekelilingnya.
Kemudian dibuatnya sebuah tutup dari emas murni, panjangnya 110 sentimeter dan lebarnya 66 sentimeter.
Ia juga membuat piring-piring, cangkir-cangkir, kendi-kendi dan mangkuk-mangkuk untuk persembahan air anggur. Semua perlengkapan meja itu dibuatnya dari emas murni.
Pada kaki lampu itu dibuatnya tujuh lampu dengan alat untuk membersihkan sumbu pelita dan talamnya dari emas murni.Untuk membuat kaki lampu dan perlengkapannya diperlukan 35 kilogram emas murni.
Lalu ditaruhnya serban di kepala Harun, dan pada serban itu disematkannya hiasan emas, yang menandakan bahwa Harun sudah menjadi milik Tuhan. Semua itu dilakukan Musa menurut perintah Tuhan kepadanya.
Sebab itu kami membawa perhiasan-perhiasan emas, gelang tangan, gelang kaki, cincin, anting-anting dan kalung yang telah diambil oleh masing-masing. Semua ini kami serahkan kepada Tuhan sebagai persembahan kami, supaya Ia tetap melindungi kami.”Lalu Musa dan Imam Eleazar menerima emas itu, semuanya dalam bentuk perhiasan.
Bakarlah patung-patung berhala yang mereka sembah. Jangan menginginkan perak atau emas yang melekat padanya dan jangan mengambilnya untuk dirimu sendiri. Kalau kamu melanggar perintah itu kamu akan mati, sebab Tuhan Allahmu membenci penyembahan patung berhala.
dan kalau sudah bertambah sapi dan kambing dombamu, perak dan emasmu serta segala harta milikmu yang lain,
Raja tak boleh punya banyak istri, supaya ia jangan membelakangi Tuhan. Ia juga tak boleh memperkaya diri dengan perak dan emas.
Semua barang perak, emas, tembaga, dan besi harus dikhususkan untuk Tuhan, dan disimpan di dalam tempat penyimpanan harta milik Tuhan.”
Di antara barang-barang yang kita rebut, saya melihat sehelai jubah yang bagus sekali, buatan Babilonia, juga perak kira-kira dua kilogram, dan sebatang emas setengah kilogram lebih. Saya ingin sekali barang-barang itu, maka saya mengambil dan menyembunyikannya di dalam tanah di kemah saya; peraknya berada di bawah sekali.”
Tetapi kemudian Gideon berkata lagi, “Hanya satu permintaan saya; anting-anting yang kalian rampas dari musuh, hendaklah kalian serahkan semuanya kepada saya.” (Orang Midian biasanya memakai anting-anting emas; sama seperti orang-orang lainnya yang tinggal di padang pasir.)“Baik,” jawab mereka, “dengan senang hati kami akan memberikannya kepadamu.” Lalu mereka membentangkan sehelai kain, kemudian setiap orang datang dan meletakkan di situ anting-anting yang telah dirampasnya dari musuh.Semua anting-anting emas yang diserahkan kepada Gideon pada waktu itu beratnya hampir dua puluh kilogram, belum termasuk perhiasan-perhiasan, kalung, kain ungu yang dipakai raja-raja Midian, dan kalung yang terdapat pada leher unta-unta mereka.
Kemudian, ambillah Peti Perjanjian Tuhan, naikkanlah ke atas pedati, dan letakkan di sebelahnya kotak yang berisi benda-benda emas yang harus kamu persembahkan kepada-Nya sebagai tebusan dosamu. Biarlah pedati dan sapi itu berjalan dengan sendirinya.
Tameng-tameng emas yang dipakai oleh tentara Hadadezer dirampas oleh Daud dan dibawa ke Yerusalem.
Ruangan itu panjangnya, lebarnya dan tingginya sama, yaitu sembilan meter. Mezbah di depan Ruang Mahasuci itu dibuat dari kayu cemara Libanon. Pada pintu masuk ke ruangan itu direntangkan rantai emas. Seluruh bagian dalam Rumah Tuhan itu termasuk Ruang Mahasuci dan mezbahnya dilapisi dengan emas murni.
Raja Salomo juga menyuruh membuat perlengkapan-perlengkapan lain dari emas untuk Rumah Tuhan. Inilah perlengkapan-perlengkapan yang dibuatnya itu: Mezbah Meja untuk roti yang dipersembahkan kepada Allah Sepuluh kaki pelita yang ditempatkan di depan Ruang Mahasuci, yaitu lima di sebelah selatan dan lima di sebelah utara Bunga-bunga Pelita-pelita Sepit-sepit Cangkir-cangkir Alat pemadam pelita Mangkuk-mangkuk Piring-piring untuk dupa Piring-piring untuk bara Engsel-engsel untuk pintu Ruang Mahasuci dan pintu-pintu luar Rumah Tuhan.
Pernah mereka berlayar ke negeri Ofir untuk mengambil 14.000 kilogram emas dan membawanya kepada Salomo.
Ia datang disertai sejumlah besar pengiring dan unta yang sarat bermuatan rempah-rempah, batu permata, dan banyak sekali emas. Pada waktu bertemu dengan Salomo, ratu itu mengajukan segala macam pertanyaan yang dapat dipikirkannya.
Kemudian ratu negeri Syeba itu menyerahkan kepada Salomo hadiah-hadiah yang dibawanya, yaitu lebih dari 4.000 kilogram emas dan sejumlah besar batu permata serta rempah-rempah. Tidak pernah lagi Salomo menerima rempah-rempah yang begitu banyak seperti yang diberikan ratu negeri Syeba itu kepadanya. (Kapal-kapal Hiram yang membawa emas dari Ofir untuk Salomo, juga membawa sejumlah besar batu permata dan kayu cendana.
Semua perkakas minum Salomo dibuat dari emas, dan semua perkakas di Balai Hutan Libanon pun dibuat dari emas murni. Tidak ada yang dibuat dari perak, sebab pada zaman Salomo orang menganggap perak tidak berharga.Salomo mempunyai banyak kapal besar yang berlayar bersama kapal-kapal Raja Hiram. Tiga tahun sekali kapal-kapal itu kembali membawa emas, perak, gading, kera dan burung merak.
Sesudah mempertimbangkan hal itu, ia membuat dua patung sapi emas lalu berkata kepada rakyat, “Bangsa Israel! Sudah cukup lama kalian pergi ke Yerusalem untuk beribadat. Sekarang, inilah ilah-ilahmu yang telah membawa kalian keluar dari Mesir!”
Dalam zaman pemerintahan Salomo, emas dan perak merupakan barang biasa di Yerusalem, sama seperti batu; dan kayu cemara Libanon banyak sekali seperti kayu ara biasa.
Panjang ruang depan sama dengan lebar Rumah itu, yaitu 9 meter. Tingginya 54 meter. Bagian dalam ruangan itu dilapisi dengan emas murni.Ruangan utama dipapani dengan kayu cemara yang terbaik dan dilapisi dengan emas tua. Pada lapisan emas itu ada ukiran gambar pohon palem dan gambar rantai.Raja menghias Rumah itu dengan batu permata yang bagus-bagus dan dengan emas yang didatangkan dari negeri Parwaim.
Kemudian ratu negeri Syeba itu menyerahkan kepada Salomo hadiah-hadiah yang dibawanya, yaitu lebih dari 4.000 kilogram emas dan sejumlah besar batu permata serta rempah-rempah. Tidak pernah lagi Salomo menerima rempah-rempah yang begitu baik mutunya seperti yang diberikan oleh ratu negeri Syeba itu kepadanya. (
Setelah pekerjaan itu selesai, emas dan perak yang selebihnya diserahkan kepada raja dan Yoyada. Lalu emas dan perak itu dipakai untuk membuat perkakas-perkakas bagi Rumah Tuhan, antara lain: alat-alat untuk upacara ibadat, untuk kurban bakaran, piring-piring untuk dupa, dan mangkuk-mangkuk. Selama Imam Yoyada masih hidup, kurban bakaran tetap dipersembahkan di Rumah Tuhan.
Jika ada seorang dari umat-Nya di tempat pembuangan ini yang memerlukan bantuan untuk dapat pulang, maka tetangga-tetangganya harus memberikan bantuan itu. Mereka harus memberikan kepadanya perak dan emas, bekal untuk di jalan serta binatang muatan, dan juga persembahan-persembahan untuk Rumah Tuhan di Yerusalem.”
Kemudian kutimbang bagi mereka perak, emas dan perkakas-perkakas yang telah disumbangkan oleh raja, para penasihat serta pembesar dan oleh semua orang Israel, untuk dipakai di dalam Rumah Tuhan. Semuanya itu kuserahkan kepada para imam itu.Inilah daftar sumbangan-sumbangan itu: perak -- 22 ton 100 perkakas perak -- 70 kg emas -- 3.400 kg 20 mangkuk emas -- 8,4 kg 2 mangkuk perunggu yang bagus sekali, yang sama nilainya dengan mangkuk emas.
Banyak di antara rakyat memberi sumbangan untuk meringankan biaya perbaikan Rumah Tuhan: dari gubernur: -- 8 kilogram emas 50 mangkuk upacara 530 jubah imam dari para kepala kaum: -- 168 kilogram emas 1.250 kilogram perak dari orang-orang lain: -- 168 kilogram emas 140 kilogram perak 67 jubah imam
Halaman istana dihias dengan gorden dari kain linen berwarna biru dan putih, diikat dengan tali linen halus dan disangkutkan pada gelang-gelang perak yang terpasang di tiang-tiang pualam. Di bawahnya ditempatkan dipan-dipan emas dan perak di atas lantai yang berhiaskan pualam putih, hablur merah, kulit mutiara yang berkilap dan batu pirus biru.
Buanglah emasmu yang paling murni; lemparlah ke dasar sungai yang tidak berair lagi.Biarlah Yang Mahakuasa menjadi emasmu, dan perakmu yang sangat bermutu.
Hikmat tak dapat ditukar walau dengan emas murni, dan dengan perak pun tak dapat dibeli.Emas dan permata yang paling berharga tidak dapat mengimbangi nilainya.Emas atau kaca halus tak dapat berbanding dengannya, tak dapat dibayar dengan jambangan kencana.Hikmat jauh lebih tinggi nilainya daripada merjan, kristal, atau mutiara.Batu topas yang asli dan emas yang murni, kurang nilainya dari akal budi.
Pakaianmu berbau mur, gaharu dan cendana; pemain musik di istana gading membuat engkau gembira.
“Raja-raja dan pasukannya sudah lari!” Mereka lari seperti merpati yang terbang pergi. Para wanita di rumah membagi-bagikan, perak dan emas yang ditinggalkan. Sekalipun banyak yang tidak ikut berperang, umat Allah telah memperoleh kemenangan.
Keuntungannya lebih besar daripada yang diperoleh dari perak, dan lebih berharga dari emas.Hikmat lebih berharga daripada batu permata; semua yang kauidamkan tak dapat menyamainya.
Mendapat hikmat jauh lebih baik daripada mendapat emas; mendapat pengetahuan lebih berharga daripada mendapat perak.
Teguran orang arif kepada orang yang mau mendengarnya, seperti cincin emas atau perhiasan kencana.
Kukumpulkan perak dan emas hasil upeti dari raja-raja di negeri-negeri jajahanku. Biduan dan biduanita menyenangkan hatiku dengan nyanyian-nyanyian mereka. Kumiliki juga selir-selir sebanyak yang kuinginkan.
Negerinya penuh perak dan emas, dan harta bendanya tidak terhingga. Kudanya amat banyak, dan keretanya tidak terhitung jumlahnya.
Itulah kapal-kapal yang datang berlabuh membawa umat Allah pulang dari negeri jauh. Perak dan emas dibawanya serta untuk memuji Tuhan Allahmu; bagi Allah Israel Yang Mahasuci, yang membuat umat-Nya dihormati.
Aku membawa emas sebagai ganti perunggu, dan perak sebagai ganti besi. Kuberi perunggu sebagai ganti kayu, dan besi sebagai ganti batu. Negerimu akan Kubuat aman dan tentram, dan diperintah dengan keadilan.
Ia dilapis dengan perak dan emas yang dibawa dari Spanyol dan kota Ufas, semuanya buah tangan para seniman dan pandai emas. Pakaiannya dari kain ungu tua dan ungu muda, dikerjakan oleh para ahli tenun dengan seksama.
Babel tadinya seperti gelas emas yang Kupegang dan yang membuat seluruh dunia mabuk. Bangsa-bangsa minum anggur dari gelas itu, sehingga mereka menjadi gila.
Emas yang berkilauan telah menjadi suram batu-batu Rumah Allah bertebaran di jalan.Dahulu para remaja Kota Sion seperti emas yang berharga, tapi kini diperlakukan seperti bejana tanah belaka.
Emas dan perak akan mereka buang di jalan seperti sampah, sebab pada hari Tuhan melampiaskan amarah-Nya, emas dan perak itu tak dapat menyelamatkan mereka, malahan telah menjerumuskan mereka ke dalam dosa. Mereka tak dapat menggunakannya untuk memuaskan nafsu atau untuk mengisi perut mereka.
Demikianlah engkau berhiaskan emas dan perak; pakaianmu terbuat dari kain linen dan sutra bersulam. Engkau boleh makan roti dari terigu yang terbaik, dengan madu dan minyak zaitun. Kecantikanmu sungguh luar biasa dan engkau menjadi ratu.
Dari perhiasan emas dan perak yang Kuberikan kepadamu, kaubuat patung-patung orang lelaki, lalu engkau berbuat cabul dengan patung-patung itu.
Pada suatu waktu Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya 27 meter dan lebarnya hampir 3 meter. Ia mendirikannya di dataran Dura di provinsi Babel.
Ibumu tidak pernah mengakui bahwa Akulah yang memberi dia gandum, anggur, minyak zaitun, dan segala emas perak yang dipakainya untuk menyembah Baal itu.
Gandum yang rusak dapat kita jual dengan harga yang tinggi. Kita mencari orang miskin yang tak sanggup membayar utangnya, sekalipun utang itu hanya seharga sepasang kasut, dan kita membeli dia menjadi hamba kita.”
Hanya sepertiganya akan selamat. Dan mereka itu akan Kusucikan seperti perak yang dimurnikan oleh api. Mereka akan Kuuji seperti orang menguji emas. Lalu mereka akan berdoa kepada-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan mengatakan kepada mereka bahwa mereka adalah umat-Ku, dan mereka pun akan mengaku bahwa Akulah Tuhan Allah mereka.”
Ia datang untuk menghakimi, seperti orang yang membersihkan dan memurnikan perak. Seperti seorang tukang logam memurnikan emas dan perak, begitulah utusan Tuhan akan memurnikan para imam supaya mereka mempersembahkan kurban-kurban dengan cara yang dikehendaki Tuhan.
Mereka masuk ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu dengan Maria, ibu-Nya. Mereka sujud dan menyembah Anak itu, lalu membuka tempat harta mereka, dan mempersembahkan kepada-Nya emas, kemenyan, dan mur.
“Janganlah mengumpulkan harta untuk dirimu di dunia, di mana rayap dan karat dapat merusaknya dan pencuri datang mencurinya.Sebaliknya, kumpulkanlah harta di surga, di mana rayap dan karat tidak merusaknya, dan pencuri tidak datang mencurinya.Karena di mana hartamu, di situ juga hatimu!”
Celakalah kalian pemimpin-pemimpin yang buta! Kalian mengajarkan ini, ‘Kalau orang bersumpah demi Rumah Tuhan, orang itu tidak terikat pada sumpahnya; tetapi kalau ia bersumpah demi emas di dalam Rumah Tuhan, ia terikat pada sumpahnya itu.’Kalian orang-orang bodoh yang buta! Mana yang lebih penting: emasnya, atau Rumah Tuhan yang menjadikan emas itu suci?
Alangkah butanya kalian! Mana yang lebih penting? Persembahannya atau mezbah yang menjadikan persembahan itu suci?
Tetapi Petrus berkata kepadanya, “Saya tidak punya uang sama sekali. Tetapi apa yang ada pada saya, itu akan saya berikan kepadamu: Dengan kuasa Yesus Kristus orang Nazaret itu, berjalanlah!”
Nah, karena kita adalah anak-anak Allah, kita tidak boleh menganggap Allah sama seperti patung daripada emas atau perak atau batu yang dibuat menurut kepandaian manusia.
Ada yang membangun di atas pondasi itu dengan memakai emas, ada yang memakai perak, ada yang memakai batu permata, ada pula yang memakai kayu, rumput kering ataupun jerami.
Hendaklah kaum wanita menghias dirinya dengan sederhana dan memakai pakaian yang sopan. Jangan memakai potongan rambut yang menyolok atau perhiasan-perhiasan emas atau mutiara, atau pakaian yang mahal-mahal.
Tetapi orang yang mau menjadi kaya, tergoda dan terjerat oleh bermacam-macam keinginan yang bodoh dan yang merusak. Keinginan-keinginan itu membuat orang menjadi hancur dan celaka.Sebab dari cinta akan uang, timbul segala macam kejahatan. Ada sebagian orang yang mengejar uang sehingga sudah tidak menuruti lagi ajaran Kristen, lalu mereka tertimpa banyak penderitaan yang menghancurkan hati mereka.
Di dalam rumah yang besar terdapat macam-macam perabot. Ada yang dibuat dari perak atau emas, tetapi ada juga yang dari kayu atau tanah. Ada yang dipakai untuk keperluan istimewa, dan ada juga yang dipakai untuk keperluan biasa.
Di dalam ruangan itu ada mezbah yang dibuat dari emas untuk membakar dupa, dan ada juga Peti Perjanjian yang seluruhnya dilapisi dengan emas. Di dalam Peti itu terdapat belanga emas berisi manna, tongkat Harun yang telah bertunas, dan dua lempeng batu tulis yang di atasnya tertulis sepuluh perintah dari Allah.
Tetapi Kristus sudah datang sebagai Imam Agung dari hal-hal yang baik yang sudah ada. Kemah Tuhan di mana Ia mengerjakan tugas-Nya sebagai Imam Agung adalah kemah yang lebih agung dan lebih sempurna. Itu tidak dibuat oleh manusia; artinya bukan berasal dari dunia yang diciptakan ini.Kristus memasuki Ruang Mahasuci di dalam kemah itu hanya sekali saja untuk selama-lamanya. Pada waktu itu Ia tidak membawa darah kambing jantan atau darah anak lembu untuk dipersembahkan; Ia membawa darah-Nya sendiri, dan dengan itu Ia membebaskan kita untuk selama-lamanya.
Tujuannya ialah untuk membuktikan apakah kalian sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan atau tidak. Emas yang dapat rusak pun, diuji dengan api. Nah, iman kalian adalah lebih berharga dari emas, jadi harus diuji juga supaya menjadi teguh. Dan dengan demikian kalian akan dipuji dan dihormati serta ditinggikan pada hari Yesus Kristus datang kembali.
Kalian tahu apa yang sudah dibayarkan untuk membebaskan kalian dari kehidupan yang sia-sia yang diwariskan oleh nenek moyangmu. Bayarannya bukanlah sesuatu yang bisa rusak seperti perak atau emas,melainkan sesuatu yang sangat berharga; yaitu diri Kristus sendiri, yang menjadi sebagai domba yang dikurbankan kepada Allah tanpa cacat atau cela.
Janganlah kecantikanmu hanya kecantikan luar, seperti misalnya menghias rambut atau memakai perhiasan, atau berpakaian yang mahal-mahal.Sebaliknya, hendaklah kecantikanmu timbul dari dalam batin, budi pekerti yang lemah lembut dan tenang; itulah kecantikan abadi yang sangat berharga menurut pandangan Allah.
Saya menoleh ke belakang untuk melihat siapa itu yang berbicara kepada saya. Lalu saya melihat tujuh buah kaki lampu yang terbuat dari emas.Di tengah-tengah kaki-kaki lampu itu berdiri seorang yang kelihatan seperti manusia. Ia memakai jubah yang panjangnya sampai di kaki. Di dada-Nya Ia memakai tutup dada emas.
Wanita itu memakai baju yang berwarna ungu dan merah tua, serta dihiasi dengan perhiasan-perhiasan emas, permata-permata, dan mutiara. Di tangannya ia memegang sebuah mangkuk emas yang penuh dengan hal-hal keji dan kotor, hasil dari percabulannya.