Berita mengenai mukjizat-mukjizat-Nya tersiar jauh melampaui perbatasan Galilea, sampai ke seluruh Siria. Karena itu, banyak orang sakit dibawa kepada-Nya untuk disembuhkan. Apa pun penyakit dan penderitaan mereka—apakah mereka dirasuk oleh roh jahat, apakah gila atau lumpuh—semua disembuhkan-Nya.
Tetapi sambil berjalan ia berseru-seru memberitakan kesembuhannya. Akibatnya, orang selalu mengerumuni Yesus, sehingga Ia tidak lagi dapat memasuki kota mana pun dengan terang-terangan, melainkan harus tinggal di daerah tandus yang tidak berpenduduk. Dan dari mana-mana orang datang menemui Dia di sana.
Raja Herodes segera mendengar tentang Yesus, karena mukjizat-mukjizat-Nya menjadi buah bibir di mana-mana. Raja mengira Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang hidup kembali. Karena itu, orang-orang berkata, “Tidak heran Ia dapat melakukan mukjizat-mukjizat semacam itu.”
Kemudian Yesus kembali ke Galilea, penuh dengan kuasa Roh Kudus. Dengan cepat sekali Ia menjadi terkenal di seluruh daerah itu karena khotbah-khotbah-Nya di rumah-rumah ibadat. Semua orang memuji Dia.
Berita tentang kuasa Yesus tersiar makin cepat dan berduyun-duyun orang datang ingin mendengarkan khotbah-Nya dan ingin disembuhkan dari penyakit mereka.